Washington, Gontornews — Sebuah pesawat tak berawak (drone) yang mengancam pangkalan AS dan pasukan mitra di Suriah selatan ditembak jatuh oleh jet tempur Inggris dengan koalisi Barat anti-ISIS, kata Pentagon, Kamis (16/12).
Komando Pusat AS mengatakan bahwa dua drone telah terbang menuju garnisun gurun Al-Tanf dekat perbatasan Suriah dengan Irak dan Yordania Selasa malam.
“Ketika salah satu drone melanjutkan perjalanannya lebih dalam ke Zona Dekonflik Al-Tanf, itu dinilai menunjukkan niat bermusuhan dan ditembak jatuh,” kata Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS.
Drone kedua tidak diserang dan “kemungkinan meninggalkan daerah itu,” kata Urban dalam sebuah pernyataan dirilis Arabnews.com.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pesawat tak berawak itu dijatuhkan oleh rudal dari Royal Air Force Typhoon, serangan udara-ke-udara pertama oleh salah satu jet tempur Inggris.
Ukuran drone yang kecil menjadikannya “target yang sangat menantang,” kata kementerian itu.
Tetapi para pejabat tidak mengatakan apakah itu bersenjata atau tidak.
“Serangan ini adalah demonstrasi yang mengesankan dari kemampuan RAF untuk menghancurkan target musuh di udara yang merupakan ancaman bagi pasukan kami,” kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.
Baik Amerika Serikat maupun Inggris tidak akan mengatakan siapa yang meluncurkan drone ke pangkalan itu.
Pentagon menyalahkan serangan pesawat tak berawak pada pasukan AS di Irak selama beberapa tahun terakhir pada kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran.
Pasukan yang didukung Iran dikerahkan di dekat Al-Tanf, yang terletak di jalan raya Baghdad-Damaskus yang strategis dan penting.
Pada bulan Oktober pangkalan itu diserang oleh tembakan artileri dan drone.
“Kami tahu bahwa ini adalah ancaman yang semakin sering digunakan dan semakin berpotensi mematikan yang digunakan oleh kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran ini, penggunaan pesawat tak berawak,” kata juru bicara Pentagon John Kirby, Kamis (16/12). []


















