Magelang, Gontornews – Pondok Pesantren Bina Madani Putri Magelang menggelar acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an VII dan Wisuda Sanad IV, Rabu (15/12/2021). Sebanyak 92 santriwati menjalani prosesi wisuda.
Dalam sambutannya, Pendiri dan Pemimpin Pondok Pesantren Bina Madani Putri Magelang, KH Masrur Syamhari, mengatakan bangsa Indonesia saat ini memiliki generasi emas para penghafal Qur’an. “Pesantren tahfidz di Indonesia saat ini ada di mana-mana, pada awal tahun 2000-an kita tidak menyaksikan situasi yang seperti ini. Indonesia saat ini mencapai puncak keemasannya ketika anak-anak belajar Al-Qur’an dengan cara yang benar,” paparnya.
Menurutnya, anak-anak saat ini belajar membaca dan menghafal Qur’an dengan mujawwadah dan tajwid yang benar dari para asatidz dan asatidzah yang kompeten di bidangnya. “Bahasa Arab mereka juga bagus-bagus karena terpengaruh oleh tajwid dan makharijul huruf Qur’an,” terang Kiai Masrur.
Alumnus Pondok Modern Gontor itu menyebutkan, kondisi umat Islam di Indonesia yang memiliki banyak generasi muda penghafal Qur’an harus disyukuri. Caranya dengan memaksimalkan potensi mereka yang telah hafal Qur’an itu. “Dengan adanya para penghafal Qur’an (huffadz) kita ingin melakukan perubahan di negeri ini dari sebuah sistem yang kita sekarang ini berada di dalamnya. Jadi apapun profesi para hafidzah ini nantinya jangan sampai materi jadi tujuannya, mereka harus melakukan perubahan dengan akhlak yang baik,” katanya dikutip Tribunnews.com.
Kiai Masrur mengatakan, pondok pesantren yang dipimpinnya mewajibkan anak-anak belajar menghafal Qur’an dan akhlak Qur’an karena dia yakin dengan Qur’an kita bisa selamat di dunia dan selamat di akhirat. “Di dalam Qur’an ada pedoman, ada rahmat Allah, ada kabar gembira yang dijanjikan oleh Allah SWT,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Kiai Masrur juga menjelaskan, Pesantren Bina Madani yang terletak di Tegalrandu, Grabag, Magelang, Jawa Tengah, itu menekankan pembelajaran akhlak yang berasal dari sumbernya langsung yakni Qur’an dan Sunnah Nabi. “Sayyidah Aisyah, istri Rasulullah SAW ketika ditanya apa akhlak Rasul, beliau dengan jelas menjawab akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Jadi yang pertama kali dikerjakan adalah akhlak,” terangnya.
“Poros dari pondok ini adalah cerminan kegiatan akhlak,” lanjutnya.
Karena itulah ia berharap anak-anak yang telah hafal Qur’an jangan sampai akhlaknya sama dengan anak-anak yang tidak belajar Qur’an. “Jika ada anak yang sudah tamat dari pesantren ini akhlaknya tidak baik, berarti dia tidak mendapat taufik selama belajar dan hatinya tertutup.”
Kiai Masrur menegaskan, akhlak itu penting. Sebab bejatnya suatu bangsa karena akhlak yang buruk dan akhirnya salah menentukan arah pendidikan.
Karena itulah Pesantren Bina Madani Putri mempunyai visi Menjadi Lembaga Pendidikan Tahfidz Al-Qur’an yang Unggul dan Pencetak Generasi Penghafal (Hafidz) Al-Qur’an Bersanad yang Berakhlak Karimah, Cerdas, dan Berilmu Luas.[]




















