Kherson, Gontornews — Serangkaian ledakan dilaporkan Rabu (27/4) malam di dekat menara televisi di kota Kherson, Ukraina selatan.
Baik organisasi berita Ukraina maupun Rusia melaporkan bahwa rangkaian ledakan untuk sementara membuat saluran-saluran media Rusia tidak bisa mengudara.
Kantor berita negara Rusia RIA Novosti mengatakan siaran telah dilanjutkan. Ia juga mengatakan saluran Rusia telah mulai mengudara dari Kherson pekan lalu.
Kherson telah diduduki oleh pasukan Rusia sejak awal perang.
Rusia telah bertekad untuk memperkuat kontrolnya atas kota itu, tetapi penduduk terus memprotes pendudukan dengan demonstrasi di jalan.
Jaksa Agung Ukraina pada Rabu mengatakan pasukan Rusia telah menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan unjuk rasa pro-Ukraina di kota yang diduduki.[]






















