Rheinbach, Gontornews — Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan pasukan Ukraina yang menerima pelatihan penggunaan howitzer Jerman akan segera menyelesaikan latihan mereka dan oleh karena itu dapat menggunakan senjata itu dalam perang di Ukraina.
Laman dw.com melansir, Jerman telah dikritik karena tidak mengirimkan senjata yang dijanjikan kepada Ukraina.
Kanselir Olaf Scholz berpendapat bahwa pasukan Ukraina harus dilatih terlebih dahulu tentang penggunaan senjata canggih itu.
“Pelatihan Panzerhaubitze 2000 akan segera selesai sehingga dapat digunakan dalam pertempuran di Ukraina,” kata Lambrecht kepada wartawan saat berkunjung ke sebuah pangkalan militer di kota Rheinbach, Jerman barat.
Panzerhaubitze 2000 adalah salah satu senjata artileri paling kuat dalam persediaan tentara Jerman. Senjata canggih itu dapat mencapai target pada jarak 40 kilometer (25 mil).[]






















