Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang, Jumat (29/7/2022), melaporkan bahwa rata-rata harapan hidup pria dan wanita di Jepang menurun untuk pertama kali dalam 10 tahun terakhir pada tahun 2021. Pemerintah menyebut pandemi Covid-19 sebagai penyebab utama menurunnya harapan hidup masyarakat Jepang.
Rentang hidup rata-rata untuk wanita Jepang adalah 87,57 tahun, turun dari 0,14 tahun dari tahun sebelumnya. Sedangkan rata-rata harapan hidup pria Jepang menyusut 0,09 tahun menjadi 81,47 tahun.
Penurunan rentang harapan hidup warga Jepang merupakan yang pertama terjadi sejak 2011 atau saat gempa bumi besar dan tsunami melanda timur laut Jepang. Saat itu, gempa menghancurkan kompleks nuklir Fukushima Daiichi dan menyebabkan lebih dari 15.000 orang tewas sementara puluhan orang lainnya dinyatakan hilang.
Seorang pejabat Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa pandemi memiliki dampak signifikan terhadap rentang hidup rata-rata masyarakat Jepang.
“Covid-19 berada di belakang penurunan (rata-rata harapan hidup) sebagian besar pria,” kata pejabat tersebut sebagaimana dilansir Kyodo News.
Meskipun mengalami penurunan, Jepang tetap menjadi negara nomor pertama dalam hal harapan hidup untuk wanita, mengungguli Korea Selatan dengan 86,5 tahun atau Singapura dengan 85,9 tahun.
“Rata-rata harapan hidup di Jepang masih berada dalam tren peningkatan,” ucap pejabat itu.
Sepanjang tahun 2021, jumlah pasien Covid-19 di Jepang melonjak drastis akibat penyebaran varian Delta dan Omicron yang sangat menular. Dalam perhitungan Kementerian Kesehatan, sekitar 16.000 warga Jepang meninggal karena Covid-19 sepanjang tahun 2021.
Sebagai informasi, harapan hidup rata-rata adalah rata-rata lamanya waktu seseorang saat lahir dengan asumsi bahwa tingkat kematian dalam satu tahun tidak berubah.
Pemerintah memperkirakan 88,3 persen wanita Jepang, tahun lalu akan hidup sampai usia 75 tahun, sedangkan persentase yang sama pada pria adalah 76 persen. Kementerian juga memprediksi bawah 52 persen wanita yang lahir pada tahun 2021 akan hidup hingga usia 90 tahun, sedangkan persentase pria untuk mencapai usia tersebut mencapai 27,5 persen. [Mohamad Deny Irawan]


















