15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 3 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Diskriminasi Ekonomi Muslimah India Terus Terjadi

Muslimah India kesulitan mendapatkan pekerjaan hanya karena mereka enggan melepas jilbab.

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
3 August 2022
in Dunia
0
Diskriminasi Ekonomi Muslimah India Terus Terjadi

Dokter Gigi Muslimah asal India, Lubna Aamir (Foto: Al Jazeera)

New Delhi, Gontornews — Lubna Aamir (28) adalah seorang dokter gigi muslimah bersertifikat pelatihan. Tetapi, menjalankan profesinya sebagai dokter gigi profesional masih menjadi impian bagi Lubna. Setelah belajar kedokteran gigi dan beberapa tahun menjalani praktik kedokterannya di sebuah perguruan tinggi di negara bagian Maharashtra, Aamir berharap mendapatkan posisi yang lebih baik.

“Saya ingin mengembangkan apa yang kami sebut dengan praktik kelas dan memiliki pengalaman di luar lingkungan lokal,” kata Aamir kepada Al Jazeera.

Sejak tahun 2018, Aamir mulai melamar pekerjaan di klinik di seluruh India dengan menggunakan pesan elektronik. Ia bahkan mengajukan lamaran secara langsung ke beberapa klinik tetapi tidak kunjung mendapatkan tanggapan.

“Saya mendapatkan nilai bagus dan magang di perguruan tinggi negeri yang banyak diperlukan oleh industri kedokteran gigi. Profil kerja saya bagus. Tetap saja, saya tidak mendapat tanggapan apa pun,” paparnya.

Meski berkontribusi hampir 14 persen dari 1,35 Miliar, muslim di India tidak memiliki kesempatan yang sama baik di sektor pemerintah maupun swasta. Beberapa komisi yang pemerintah tunjuk menemukan bahwa komunitas muslim di India berada di urutan terbawah di antara kelompok sosial India dalam hal pendidikan dan pekerjaan.

BACA JUGA

Bersyukur atas Pembebasan WNI dan Aktivis Lain dari Penculikan Israel, HNW Apresiasi Kemlu RI dan Dorong Dunia Internasional Jatuhkan Sanksi kepada Israel

Melalui BAZNAS Masyarakat Indonesia Bangun Kampung Cahaya Zakat di Palestina

Tolak Keras Zionis yang Kembali Provokasi dan Serbu Masjid Al Aqsha, HNW: OKI dan Otoritas Palestina Wajib Bergerak Selamatkan Masjid Al Aqsha

Fasilitasi Penyaluran Kurban, ANGKASA Malaysia Apresiasi BAZNAS

Partisipasi Sakinah Finance Research Institute dalam Konferensi IEFB 2026 Pakistan

Salah satu komisi tersebut menemukan, pada tahun 2006, bahwa Muslim India kurang beruntung dalam hal sosial, ekonomi dan pendidikan. Komisi tersebut mengatakan kurang dari 8 persen populasi muslim di India yang bekerja di sektor formal.

Pada sensus 2011, sensus terakhir pemerintah India, menyatakan bahwa partisipasi perempuan Muslim dalam pekerjaan kurang dari 15 persen, sedangkan perempuan Hindu lebih dari 27 persen. Sementara partisipasi serupa untuk wanita Budha dan Kristen berada di atas 30 persen.

Situasi ini semakin buruk saat partai nasionalis India Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Narendra Modi berkuasa. Di rezim Modi, pemerintah seolah mengerjakan kebijakan yang menargetkan komunitas muslim terutama yang terkait hak-hak ekonomi dan agama mereka.

Para ahli mengatakan bahwa pemerintah India saat ini berdiri di persimpangan perbedaan gender dan agama yang signifikan.

“Biasanya ada. Tetapi dominasi BJP dan RSS telah membuat orang-orang menyerukan pengucilan Muslim di semua sektor ekonomi,” kata Apporvanand, akademisi dan aktivis yang berbasis di New Delhi, India.

“Karena ini selalu mendapatkan perlindungan dan patronase dari negara, (kesenjangan itu) sekarang berlaku secara terbuka,” sambungnya.

Apporvanand tidak segan mengatakan tujuan dari hak Hindu adalah untuk melumpuhkan umat Islam secara ekonomi. “(Pemerintah India seolah) memaksa mereka ke dalam keadaan kekurangan secara terus menerus sehingga mereka menjadi populasi yang tertunduk secara permanen,” ucap Apporvanand.

“Secara politik, umat Islam telah dilemahkan. Idenya sekarang adalah untuk melemahkan mereka di semua sektor kehidupan,” imbuhya.

Dokter gigi Aamir pun mengakui bahwa identitas kemusliman yang ia tunjukkan sebagai alasan di balik kegagalannya untuk mendapatkan pekerjaan. Jika ia bukan seorang muslim, mungkin situasinya akan berbeda.

Selama wawancara, Aamir menjawab beberapa pertanyaan dari pewawancara seputar kehidupan dan kepercayaannya. Tetapi, di akhir wawancara, pewawancara bertanya tentang jilbab yang ia kenakan. Pewawancara bertanya ke Aamir tentang kesediaannya melepas jilbab jika klinik menerimanya. Ia pun dengan tegas menolak permintaan tersebut.

“Dia membawa saya ke samping dan mengatakan kepada saya secara pribadi bahwa dia tidak ingin menyimpan harapan saya untuk pekerjaan itu,” kata Aamir saat mengingat seorang petinggi SDM di sebuah klinik terang-terangan menolak untuk mempekerjakan dirinya karena ia menggunakan jilbab.

Aamir pun putus asa dengan kondisinya. Kini, Aamir beralih profesi dari sektor klinis ke bidang non-klinis. Kini, ia bekerja sebagai analis data medis senior di sebuah perusahaan bioinformatika yang berfokus pada penelitian kanker alih-alih berprofesi sebagai dokter gigi yang menjadi impiannya.

“Saya harus membuat keputusan sulit. Perasaan untuk melakukan hal-hal terhadap pasien tidak cukup membuat Anda menjadi seorang dokter,” tutup Aamir. [Mohamad Deny Irawan]

Tags: DiskirminasiIndiaIslamophobiaLubna Aamir
Share4Tweet2Send
Previous Post

Anies Baswedan Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat untuk Jakarta

Next Post

Gelombang Panas di Jepang Terus Meluas

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result