pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 25 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Diskriminasi Ekonomi Muslimah India Terus Terjadi

Muslimah India kesulitan mendapatkan pekerjaan hanya karena mereka enggan melepas jilbab.

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
4 years ago
in Dunia
0
Diskriminasi Ekonomi Muslimah India Terus Terjadi

Dokter Gigi Muslimah asal India, Lubna Aamir (Foto: Al Jazeera)

New Delhi, Gontornews — Lubna Aamir (28) adalah seorang dokter gigi muslimah bersertifikat pelatihan. Tetapi, menjalankan profesinya sebagai dokter gigi profesional masih menjadi impian bagi Lubna. Setelah belajar kedokteran gigi dan beberapa tahun menjalani praktik kedokterannya di sebuah perguruan tinggi di negara bagian Maharashtra, Aamir berharap mendapatkan posisi yang lebih baik.

“Saya ingin mengembangkan apa yang kami sebut dengan praktik kelas dan memiliki pengalaman di luar lingkungan lokal,” kata Aamir kepada Al Jazeera.

Sejak tahun 2018, Aamir mulai melamar pekerjaan di klinik di seluruh India dengan menggunakan pesan elektronik. Ia bahkan mengajukan lamaran secara langsung ke beberapa klinik tetapi tidak kunjung mendapatkan tanggapan.

“Saya mendapatkan nilai bagus dan magang di perguruan tinggi negeri yang banyak diperlukan oleh industri kedokteran gigi. Profil kerja saya bagus. Tetap saja, saya tidak mendapat tanggapan apa pun,” paparnya.

Meski berkontribusi hampir 14 persen dari 1,35 Miliar, muslim di India tidak memiliki kesempatan yang sama baik di sektor pemerintah maupun swasta. Beberapa komisi yang pemerintah tunjuk menemukan bahwa komunitas muslim di India berada di urutan terbawah di antara kelompok sosial India dalam hal pendidikan dan pekerjaan.

BACA JUGA

Cuaca Ekstrem Akibat Banjir Bandang Lumpuhkan Wilayah Turki

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Salah satu komisi tersebut menemukan, pada tahun 2006, bahwa Muslim India kurang beruntung dalam hal sosial, ekonomi dan pendidikan. Komisi tersebut mengatakan kurang dari 8 persen populasi muslim di India yang bekerja di sektor formal.

Pada sensus 2011, sensus terakhir pemerintah India, menyatakan bahwa partisipasi perempuan Muslim dalam pekerjaan kurang dari 15 persen, sedangkan perempuan Hindu lebih dari 27 persen. Sementara partisipasi serupa untuk wanita Budha dan Kristen berada di atas 30 persen.



Situasi ini semakin buruk saat partai nasionalis India Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Narendra Modi berkuasa. Di rezim Modi, pemerintah seolah mengerjakan kebijakan yang menargetkan komunitas muslim terutama yang terkait hak-hak ekonomi dan agama mereka.

Para ahli mengatakan bahwa pemerintah India saat ini berdiri di persimpangan perbedaan gender dan agama yang signifikan.

“Biasanya ada. Tetapi dominasi BJP dan RSS telah membuat orang-orang menyerukan pengucilan Muslim di semua sektor ekonomi,” kata Apporvanand, akademisi dan aktivis yang berbasis di New Delhi, India.

“Karena ini selalu mendapatkan perlindungan dan patronase dari negara, (kesenjangan itu) sekarang berlaku secara terbuka,” sambungnya.

Apporvanand tidak segan mengatakan tujuan dari hak Hindu adalah untuk melumpuhkan umat Islam secara ekonomi. “(Pemerintah India seolah) memaksa mereka ke dalam keadaan kekurangan secara terus menerus sehingga mereka menjadi populasi yang tertunduk secara permanen,” ucap Apporvanand.

“Secara politik, umat Islam telah dilemahkan. Idenya sekarang adalah untuk melemahkan mereka di semua sektor kehidupan,” imbuhya.

Dokter gigi Aamir pun mengakui bahwa identitas kemusliman yang ia tunjukkan sebagai alasan di balik kegagalannya untuk mendapatkan pekerjaan. Jika ia bukan seorang muslim, mungkin situasinya akan berbeda.

Selama wawancara, Aamir menjawab beberapa pertanyaan dari pewawancara seputar kehidupan dan kepercayaannya. Tetapi, di akhir wawancara, pewawancara bertanya tentang jilbab yang ia kenakan. Pewawancara bertanya ke Aamir tentang kesediaannya melepas jilbab jika klinik menerimanya. Ia pun dengan tegas menolak permintaan tersebut.

“Dia membawa saya ke samping dan mengatakan kepada saya secara pribadi bahwa dia tidak ingin menyimpan harapan saya untuk pekerjaan itu,” kata Aamir saat mengingat seorang petinggi SDM di sebuah klinik terang-terangan menolak untuk mempekerjakan dirinya karena ia menggunakan jilbab.

Aamir pun putus asa dengan kondisinya. Kini, Aamir beralih profesi dari sektor klinis ke bidang non-klinis. Kini, ia bekerja sebagai analis data medis senior di sebuah perusahaan bioinformatika yang berfokus pada penelitian kanker alih-alih berprofesi sebagai dokter gigi yang menjadi impiannya.

“Saya harus membuat keputusan sulit. Perasaan untuk melakukan hal-hal terhadap pasien tidak cukup membuat Anda menjadi seorang dokter,” tutup Aamir. [Mohamad Deny Irawan]

Tags: DiskirminasiIndiaIslamophobiaLubna Aamir
Share5Tweet3Send
Previous Post

Anies Baswedan Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat untuk Jakarta

Next Post

Gelombang Panas di Jepang Terus Meluas

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

0
Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

0
Nur El Haq Luwu Studi Banding ke PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu Ngawi

Nur El Haq Luwu Studi Banding ke PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu Ngawi

0
Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

0
Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Pesantren Kilat Ramadhan di SDN Wakah 1

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

24 October 2026
Nur El Haq Luwu Studi Banding ke PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu Ngawi

Nur El Haq Luwu Studi Banding ke PMDG Putri Kampus 3 Karangbanyu Ngawi

24 October 2026
Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

24 October 2026
Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

24 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result