Depok, Gontornews — Ustadz Hilman Fauzi MSi MESy dalam sebuah acara, “Kajian Series Pranikah & Pasutri”, yang diselenggarakan oleh komunitas One Day One Juz pada Ahad (7/8/2022) menyampaikan bahwa jodoh itu adalah cerminan diri kita. Oleh karenanya, teruslah menjadi pribadi yang baik agar Allah senantiasa mendekatkan kita dengan orang yang baik pula.
Jodoh itu pun perlu untuk dicari dengan cara yang baik dan dinanti dengan penantian terbaik. Untuk itu kita perlu menghadirkan kepantasan diri, baik untuk perempuan dan laki-laki, agar layak untuk mendapatkan pasangan yang terbaik.
Lantas bagaimanakah cara menjemput jodoh? “Ta’aruf,” jawab Ustadz Hilman. Proses ta’aruf ini pun tidak hanya dari satu pihak saja, namun juga harus dari keduanya. Tentunya dengan menjaga batasan syariah.
Ta’aruf berbeda dengan pacaran. Pacaran itu hanya menyiapkan waktu untuk sakit hati. “Sedangkan ta’aruf itu jelas waktunya, kesiapannya jelas, dan keseriusannya jelas, diluar dari itu bukan taaruf,” tegas pria kelahiran Garut, Jawa Barat ini.
Penting untuk diperhatikan bahwa pada masa penantian jodoh, kita itu tidak boleh bersikap cuek, terserah (tidak ada tujuan), dan tidak boleh menyerah (tidak ada usaha). Jika ada pepatah yang mengatakan, “Semua akan indah pada waktunya”, hal itu pantas diberikan bagi orang yang berusaha. “Kalau yang tidak berusaha, ya tidak berlaku hal itu,” tekan muballigh muda tersebut.
Kepada Gontornews.com alumnus Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut itu pun menjelaskan bahwa jodoh itu yakin di hati, jika itu yang terbaik, maka ikhtiar. “Dan salah satu ikhtiar butuh perjalanan yang baik untuk menujunya,” tambahnya.
Kemudian ingatlah, apapun hasilnya nanti, siapapun yang ditakdirkan menjadi jodohmu nanti, teruslah berprasangka baik kepada takdir Allah Ta’ala. Sebab keinginanmu belum tentu yang terbaik menurut Allah.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. “Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui,” tutup sang Ustadz. <Edithya Miranti>





















