Kyiv, Gontornews — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia melakukan “serangan besar-besaran” di Ukraina semalam, menyusul serangan yang dilaporkan pada infrastruktur energi yang mengakibatkan pemadaman listrik di seluruh negeri.
“Agresor terus meneror negara kita. Pada malam hari, musuh melancarkan serangan besar-besaran: 36 roket, sebagian besar ditembak jatuh… Ini adalah serangan keji pada objek-objek kritis. Taktik khas teroris,” kata Zelenskyy di media sosial.
Lebih dari satu juta rumah tangga di Ukraina tanpa listrik menyusul serangan Rusia terhadap fasilitas energi di seluruh negeri, kata wakil kepala kepresidenan Ukraina.
“Sampai sekarang, 672.000 pelanggan telah terputus di wilayah Khmelnytskyi, 188.400 di wilayah Mykolaiv, 102.000 di wilayah Volyn, 242.000 di wilayah Cherkasy, 174.790 di wilayah Rivne, 61.913 di wilayah Kirovohrad dan 10.500 di wilayah Odesa,” kata Kyrylo Tymoshenko di media sosial.
Operator jaringan negara Ukrenergo mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur transmisi di Ukraina barat, tetapi pembatasan pasokan listrik diberlakukan di sepuluh wilayah di seluruh negeri, termasuk di ibukota, Kyiv.
“Skala kerusakan sebanding atau mungkin melebihi kerusakan akibat serangan pada 10-12 Oktober,” kata Ukrenergo.
Pasukan Rusia menghujani lebih dari 80 rudal di kota-kota di seluruh Ukraina pada 10 Oktober, sebagai pembalasan atas ledakan yang merusak jembatan utama yang menghubungkan Semenanjung Krimea ke Rusia.
Pembantu presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan, dengan serangan itu Moskow ingin menciptakan gelombang baru pengungsi ke Eropa.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mengatakan serangan itu merupakan “genosida.”
“Serangan yang disengaja terhadap infrastruktur sipil penting Ukraina merupakan bagian dari genosida Rusia terhadap Ukraina,” tulis Kuleba di Twitter.[]




















