New York, Gontornews — Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Inggris telah meminta PBB untuk menyelidiki tuduhan bahwa Rusia menggunakan drone buatan Iran untuk menyerang Ukraina.
Dalam surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres, ketiga negara Eropa tersebut meminta PBB mengirimkan tim untuk menyelidiki asal usul drone tersebut.
“UAV ini digunakan oleh Rusia untuk menyerang Ukraina. Drone telah digunakan dalam serangan terhadap infrastruktur sipil dan kota-kota di seluruh Ukraina, yang menyebabkan kematian warga sipil yang tidak bersalah,” tulis mereka dirilis dw.com.
Amerika Serikat yang mengirim surat serupa mengatakan, pesawat tak berawak Iran dikirimkan ke Rusia pada akhir Agustus.
Namun Iran mengecam tuduhan itu, dan menyebutkan kecaman itu “salah dan tidak berdasar”.
Kementerian Luar Negeri Iran “menolak dan mengecam keras” seruan yang meminta PBB untuk melakukan penyelidikan terkait drone itu.
Selama dua pekan terakhir, Rusia telah menyerang Ukraina dengan gelombang serangan pesawat tak berawak termasuk pengeboman di ibukota, Kyiv.
AS dan tiga kekuatan Eropa mengatakan jika drone Iran digunakan dalam serangan Rusia, maka hal itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang membatasi transfer senjata tertentu ke atau dari Iran.
Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengatakan pesawat tak berawak itu milik Rusia. Ia sekali lagi peringatan bahwa penyelidikan akan secara serius mempengaruhi hubungan antara Rusia dan PBB.
Wakil Duta Besar AS Jeffrey DeLaurentis mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan bahwa “PBB harus menyelidiki setiap pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB dan kami tidak boleh membiarkan Rusia atau lainnya menghalangi atau mengancam PBB untuk melaksanakan tanggung jawab yang diamanatkan.”
Pada hari Kamis, AS mengatakan pasukan Iran berada di Krimea dan telah membantu menerbangkan drone.
Meskipun Iran menyangkal telah memasok drone, namun dari drone yang telah ditembak jatuh ditemukan dengan jelas asal-usulnya.[]





















