London, Gontornews — PBB pada hari Sabtu (22/10) mengecam serangan pesawat tak berawak (drone) bersenjata yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman di terminal minyak di Provinsi Hadramaut sehari sebelumnya. Menurut PBB serangan militer itu “sangat mengkhawatirkan”.
“Saya mengecam serangan udara yang diklaim oleh Ansar Allah kemarin, 21 Oktober, terhadap kapal di terminal minyak Al-Dhabba di Provinsi Hadramaut,” kata utusan PBB untuk Yaman merujuk pada Houthi dengan nama resmi mereka.
“Pada saat kritis ini, saya meminta para pihak untuk menahan diri sepenuhnya dan menggandakan upaya mereka untuk memperbarui dan memperluas gencatan senjata, meletakkan dasar untuk gencatan senjata permanen, dan mengaktifkan proses politik untuk mengakhiri konflik,” kata Hans Grundberg dirilis Arabnews.com.
“Saya tegaskan kembali bahwa semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan pada hari Jumat bahwa pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh Houthi yang didukung Iran itu menyerang terminal minyak Al-Dhabba, yang terletak di kota Al-Shihr, ketika kapal tanker minyak Nissos bersiap untuk berlabuh.
Grundberg mengadakan perbincangan telepon dengan Menteri Luar Negeri Yaman Ahmed Awad bin Mubarak pada hari Jumat untuk membahas “konsekuensi bencana dari serangan Houthi di pelabuhan minyak,” kata menteri itu.
Ia menambahkan, serangan itu makin memperkuat stigma bahwa Houthi “hanyalah kelompok teroris, bukan mitra perdamaian.” Dia juga menyerukan agar PBB mengambil “sikap tegas terhadap aksi teroris ini.”
Bin Mubarak mengatakan dia juga mengadakan pembicaan telepon dengan duta besar AS untuk Yaman, Steven Fagin, untuk membahas konsekuensi dari serangan terhadap fasilitas sipil dan pelabuhan komersial, dan bagaimana hal itu akan memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, serta untuk mengakhiri terorisme Houthi.
Secara terpisah, Fagin mengatakan AS mengutuk keras insiden itu dan meminta Houthi untuk segera menghentikan serangan semacam itu, yang menghalangi hak dan kebebasan navigasi dan membahayakan perdagangan internasional.
“Kami senang bahwa tidak ada nyawa yang hilang dalam serangan itu dan bahwa kapal dapat berangkat dengan selamat, tetapi serangan semacam itu mengancam perdamaian dan keamanan Yaman, menghambat aliran barang-barang penting, dan hanya akan memicu ketidakstabilan ekonomi lebih lanjut dan penderitaan di seluruh negeri,” kata Fagin dalam sebuah pernyataan.
“Kami mengingatkan Houthi bahwa dunia sedang mengawasi tindakan mereka dan bahwa satu-satunya jalan ke depan untuk mengakhiri delapan tahun perang destruktif yaitu dengan mengurangi dan melipatgandakan upaya untuk mencapai gencatan senjata yang tahan lama dan mengakhiri konflik Yaman melalui penyelesaian politik yang dinegosiasikan,” katanya.
Ia menyebutkan, “Hanya melalui perpanjangan gencatan senjata, kami dapat memastikan pembayaran gaji, pergerakan bebas di jalan-jalan Yaman dan melalui pelabuhan dan bandaranya, dan mengakhiri siklus kekerasan destruktif yang telah melanda Yaman selama delapan tahun.”
Pemerintah Inggris mengatakan ini “bagian dari pola serangan Houthi yang melukai terutama rakyat Yaman. Serangan semacam itu menghambat arus perdagangan yang kemudian secara langsung meningkatkan biaya layanan dan produk utama sehari-hari bagi warga Yaman. Kami mendesak Houthi untuk berhenti menyakiti rakyat Yaman.”
Sedangkan delegasi Uni Eropa untuk Yaman mengatakan: “Serangan Houthi terhadap pelayaran internasional merupakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip inti hukum laut, membahayakan kebebasan navigasi melalui jalur air kawasan dan memblokir akses ke pelabuhan Yaman. Mereka merampas kemampuan Yaman untuk membeli kebutuhan dasar dan dapat berdampak pada aliran barang-barang penting ke Yaman.”
Gencatan senjata yang dimediasi PBB di Yaman yang telah berlangsung sejak April, berakhir pada 2 Oktober tanpa para pihak mencapai kesepakatan, di tengah perbedaan pembayaran gaji untuk pegawai negeri sipil di daerah yang dikuasai Houthi. Insiden itu merupakan eskalasi besar pertama pascaberakhirnya gencatan senjata itu.
Dalam pembicaraan terpisah dengan utusan Swedia untuk Yaman, Peter Semneby, Menteri Luar Negeri Yaman menegaskan bahwa masyarakat internasional harus mengambil tindakan nyata untuk mengakhiri agresi UAV (drone) Houthi-Iran.
Liga Arab juga mengutuk serangan itu dan mengatakan bahwa eskalasi Houthi yang berbahaya saat ini merupakan pengabaian dan pembangkangan terhadap upaya internasional dan regional yang tak kenal lelah yang bertujuan untuk memperbarui gencatan senjata. Mereka menambahkan bahwa penargetan milisi terhadap pelabuhan minyak akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman, dan akan mencemari lingkungan laut.
Parlemen Arab menegaskan solidaritasnya dengan pemerintah yang sah dalam menghadapi milisi kudeta.
Sementara itu, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menekankan bahwa serangan itu merupakan ancaman terhadap pasokan energi regional dan internasional, merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2216 dan hukum serta norma internasional, dan ancaman terhadap koridor energi global dan lingkungan laut.
Sekretaris Jenderal Hussein Ibrahim Taha meminta kelompok yang didukung Iran untuk menanggapi upaya internasional dan regional untuk memperbarui gencatan senjata, dan untuk bekerjasama dalam upaya mencapai solusi politik yang komprehensif untuk krisis Yaman.
Dewan Kerjasama Teluk (GCC) juga memperingatkan ancaman serangan terhadap fasilitas sipil dan ekonomi serta pasokan dan instalasi energi global, dan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya untuk memastikan tindakan seperti itu tidak terulang, untuk menjaga pergerakan perdagangan dan pasokan minyak, serta menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan.
Arab Saudi, UEA, Mesir, Kuwait, Bahrain dan Yordania juga mengeluarkan pernyataan serupa yang mengutuk serangan itu, menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya, dan menyerukan masyarakat internasional untuk menyatukan upaya dan mengambil sikap tegas untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh Houthi.[]





















