Bogor, Gontornews – Dosen Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, Dr Titien Yusnita, SS, MSi, meraih juara ketiga Gelar Inovasi Daerah Tahun 2022 Kategori Dosen Peneliti. Inovasinya yang bertajuk “Antara Cinta dan Realita” memberikan edukasi dan simulasi pencegahan pernikahan dini untuk pelajar.
Juara kedua Kategori Dosen Peneliti ini diraih oleh dosen Sekolah Vokasi IPB Dr Pria Sembada, SPt, MSc, MSi dengan inovasi berjudul “Ransum Lokal Pedaging Fase Indukan”. Sedangkan juara pertama disabet oleh dosen IPB University Prof Dr Mala Nurmala, SPi, MSi (IPB) dengan karya bertajuk “Masker Pengangkat Komedo dari Kulit Ikan Patin.”
Titien mengaku bangga bisa masuk nominasi inovasi dan bersanding dengan dosen-dosen dari kampus-kampus ternama yaitu IPB University dan Sekolah Vokasi IPB.
“Inovasi yang sederhana ini bertujuan untuk mengubah sikap siswa tentang persepsi dan harapan mereka untuk hidup lebih baik dengan keputusan menikah dini. Padahal usia mereka seharusnya masih menempuh pendidikan hingga tamat SMA/SMK/MA,” ujar Titien.
Perempuan yang juga menjabat sebagai Rektor INAIS itu menyebutkan, tujuan inovasi ini untuk mengurangi anak perempuan yang putus sekolah serta meningkatnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) perempuan di pedesaan.
“Keputusan menikah biasanya berdasarkan rasa cinta orang tua dan anak yang berujung pada harapan hidup bahagia atau lebih baik dari sebelumnya,” papar doktor lulusan IPB University itu.
Pada kasus pernikahan dini, lanjutnya, alasan utamanya disebabkan faktor ekonomi dan diharapkan ekonomi keluarga akan meningkat setelah menikahkan anak mereka yang masih usia sekolah (<19tahun).
Simulasi yang dibuat Titien menggunakan gambar yang mampu mengubah dan menyadarkan siswa bahwa memilih menikah di usia sekolah sangat keliru. “Faktor ekonomi yang diharapkan menjadi ringan malah sebaliknya menjadi beban berlipat ganda yang harus ditanggung oleh orang tua,” terangnya.
Selain itu, menikah muda juga menyebabkan anak perempuan putus sekolah sehingga sulit mencari pekerjaan dengan penghasilan yang memadai.
Gelar Inovasi Daerah (GID) Tahun 2022 diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Pemerintah Kabupaten Bogor. GID tahun ini diikuti 221 peserta yang terbagi menjadi sembilan kategori, di antaranya Kategori Perangkat Daerah, Kecamatan, Desa/Kelurahan/Puskesmas, Perguruan Tinggi, Mahasiswa, Masyarakat, SMA, dan SMP.
Piala dan penghargaan kepada para inovator ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan di Gedung Serbaguna I Setda, Cibinong, Kamis (3/11/2022). []





















