Ponorogo, Gontornews — Institut Dirosat Islamiyah Al-Amin (IDIA) Madura milik Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan Madura melakukan benchmarking dengan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor milik Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo. Selain melakukan benchmarking, Rektor IDIA Madura, KH Fikri Husain MA, menjelaskan bahwa kunjungan kali ini juga dalam rangka menangkap spirit dan roh perjuangan di PMDG.
Kiai Fikri menjelaskan bahwa, sejatinya, pihaknya telah merencanakan kunjungan ini sejak lama sebelum Covid-19 mewabah dalam tiga tahun terakhir. Bagi IDIA Madura, kata Kiai Fikri, kolaborasi dan bencmarking antarperguruan tinggi menjadi kata kunci pengembangan perguruan tinggi di masa mendatang.
βKita sekarang tidak bisa sendiri, saatnya kita berkolaborasi,β ungkap Kiai Fikri sebagaimana dilansir laman resmiΒ UNIDA Gontor.
Pada saat yang bersamaan, Rektor UNIDA Gontor, Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, menjelaskan bahwa saat ini pendidikan pesantren tidak cukup untuk mencetak orang hebat. Baginya, alumni pesantren juga harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi terutama ke perguruan tinggi pesantren yang mampu menciptakan manusia yang seutuhnya atau insan kamil.
β(Perguruan tinggi pesantren) tidak hanya harus menjadi universitas biasa tapi juga harus bermutu, berarti dan berkualitas. Bukan kaleng-kaleng istilahnya saat ini,β kata Prof Hamid.
Putra pendiri PMDG KH Imam Zarkasyi tersebut juga berujar bahwa perguruan tinggi pesantren harus memiliki sumber pendanaan yang baik serta memiliki prestasi, bersinergi dan konsisten serta terakreditasi.
βAkreditasi merupakan suatu proses transformasi budaya mutu sebagai alat ukur kualitas pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi,β tutup Prof Hamid. [Mohamad Deny Irawan]






















