Aleppo, Gontornews – Sebanyak 783 warga Suriah meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di tenggara Turki yang berbatasan dengan Suriah. Ribuan orang lainnya luka-luka akibat terkena reruntuhan bangunan di negara itu.
“Sebanyak 1.284 terluka di Provinsi Aleppo, Latakia, Hama, Tartus dan semua wilayah yang dikuasai pemerintah,” kata Kementerian Kesehatan Suriah sebagaimana dikutip Aljazeera.
Sementara itu, Organisasi Kemanusian Helm Putih menjelaskan bahwa korban meninggal dunia terus bertambah. Penemuan pertama korban jiwa sebanyak 380 orang dan hingga saat ini sudah ditemukan lebih dari 700 orang meninggal.
“Jumlah korban tewas akibat gempa di barat laut Suriah terus meningkat,” jelasnya.
Sementara itu Pemerintah Israel melalui Perdana Menteri Banyamin Netanyahu mengatakan siap untuk membantu Suriah dalam menangani musibah gempa yang terjadi Senin (6/2) pagi. Belum diketahui, apakah Pemerintah Suriah atau kelompok oposisi yang meminta bantuan Israel tersebut.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan bahwa dia telah memerintahkan bantuan Israel dikirim ke Turki, “Karena permintaan juga diterima untuk melakukan ini bagi banyak korban gempa bumi di Suriah, saya menginstruksikan untuk melakukan ini sebagai sahabat.”
Ketika ditanya siapa yang mengajukan permintaan terkait Suriah yang dikutip oleh Netanyahu, seorang pejabat Israel mengatakan kepada Reuters: “Orang-orang Suriah”. Ditanya apakah ini merujuk pada anggota oposisi atau pemerintahan Presiden al-Assad, pejabat itu hanya mengatakan: “Suriah”.
Seorang pejabat Israel kedua mengatakan permintaan itu telah disampaikan kepada pemerintah Netanyahu melalui sumber diplomatik. Namun tidak ada tanggapan langsung Suriah terhadap pernyataan Israel. [Devi]





















