Istanbul, Gontornews — Badan PBB untuk urusan kemanusiaan, UN-OCHA, mengatakan bahwa mereka siap mengirim tim daruratnya ke lokasi gempa 7.6 Skala Richter di Kahramanmaras, Turki. UN-OCHA mengaku terkejut dengan bencana gempa yang terjadi berbarengan dengan cuaca buruk di Turki dan Suriah.
“Kami terkejut dengan gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah pada puncak musim dingin yang keras,” kata UN-OCHA di Twitter.
“Tim kami sedang menilai kerusakan melalui tim tanggap darurat UNDAC, tim evakuasi dan penyelamat yang siap dikerahkan,” sambung UN-OCHA
Warga Palestina, Senin (06/02/2023), melaksanakan shalat gaib bagi para korban gempa di Kahramanmaras Turki di Masjid Al-Aqsa. Reporter Anadolu Agency melaporkan ada ratusan jamaah dari warga Palestina yang ikut melakukan shalat gaib tersebut.
Sementara itu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Filippo Grandi, mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan kepada para korban selamat.
Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan setidaknya 1.498 orang tewas dan 8.533 orang lainnya mengalami luka-luka setelah gempa kuat menggucang Turki Selatan Senin dini hari.
Sejauh ini, 13 negara Uni Eropa menawarkan tim penyelamat untuk membantu pemerintah Turki dalam mengevakuasi para korban. Ketiga belas negara yang dimaksud adalah Bulgaria, Kroasia, Ceko, Prancis, Yunani, Belanda, Polandia, Rumania, Hongaria, Italia, Spanyol, Malta dan Slovakia.
Sementara itu, otoritas pemerintah Suriah, yang juga terdampak gempa yang terjadi di distrik Elbistan di Kahramanmaras, melaporkan 476 warga tewas dan ratusan lain mengalami luka-luka. [Mohamad Deny Irawan]





















