Istanbul, Gontornews — Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Turki, Senin (06/02/2023), memastikan sembilan alumni Gontor yang terdampak gempa 7,6 Skala Richter di Kahramanmaras Turki berda dalam kondisi aman.
“Untuk alumni Gontor yang berada di kahramanmaras berjumlah sembilan orang. Kami sudah mendapatkan kabar bahwa seluruh anggota IKPM di Kahramanmaras, Alhamdulillah selamat sampai sekarang,” ungkap Rayhan Abdullah dari bagian hubungan masyarakat IKPM Turki.
“Kondisi sekarang di sana itu, tidak ada internet dan listrik karena dilakukan pemadaman. Banyak bangunan yang roboh. Kebanyakan dari mereka dievakuasi di pusat kota seperti gedung pemerintahan dan sejumlah rumah sakit,” sambungnya kepada Gontornews.com melalui pesan elektronik.
Rayhan menambahkan, bahwa kondisi cuaca pascagempa di Kahramanmaras memburuk setelah terjadinya badai salju.
Kesembilan alumni Gontor yang berada di Kahramanmaras tercatat sebagai mahasiswa Kahramanmaraş Sütçü İmam University. Mereka yaitu: Rafiq Chaliq (Alumni Gontor tahun 2020), Khoirul Rizal (2020), Nadiatusolihah (2020), Syehanifa (2020), Naufal Hazza (2020), Priya Panggalih (2019), Nayl Syaqil Bilqist (2020), Ariella Asha (2020) dan Khoirul Umam (2020).
“Kami masih terkendala pembaharuan informasi dari rekan-rekan alumni Gontor di Kahramanmaras karena akses internet di lokasi gempa masih terputus,” ucap alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 2019 tersebut.
Otoritas Manajemen Darurat Kebencanaan Turki, Afet ve Acil Durum Yönetimi Başkanlığı (AFAD), melaporkan gempa bumi berkekuatan 7,6 mengguncang Provinsi Kahramanmaras pada Senin (06/02.2023) dini hari waktu setempat. Setidaknya 1000 orang tewas dan lebih dari 7000 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
AFAD melaporkan, sebagaimana dilansir Daily Sabah, bahwa pusat gempa berada di distrik Elbistan di Kahramanmaras. Dampak gempa terasa hingga Provinsi Sakarya yang berjarak 800 kilometer dari pusat gempa. Beberapa masyarakat di ibukota Ankara, yang ikut merasakan gempa, berhamburan ke luar bangunan dan lari ke jalanan.
Selain di Kahramanmaras, AFAD melaporkan bahwa gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter juga terjadi di Osmaniye, Sanliurfa dan Diyarbakir. Mereka menambahkan cuaca buruk, hujan dan badai salju mempersulit proses evakuasi korban reruntuhan bangunan.
Setelah gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter dan 7,6 Skala Richter yang terjadi di Kahramanmaras, Pazarcik dan Elbistan hari ini, tidak diikuti dengan ancaman tsunami yang mempengaruhi perairan Mediterania timur hingga saat ini,” tutup AFAD dalam postingannya di Twitter. [Mohamad Deny Irawan]





















