Kairo, Gontornews — Hari ini, Kamis (30/3), menandai 100 hari wartawan Aljazeera, Mahmoud Hussein, ditangkap oleh pihak berwenang Mesir setelah kembali ke negara asalnya untuk liburan.
Aljazeera menulis, Hussein ditahan dalam kondisi yang melanggar hak asasi manusianya. Rekaman terbaru tentang kondisinya saat berada di luar pengadilan Mesir menunjukkan bahwa ia telah kehilangan berat badan karena penahanannya yang keras.
Putri Hussein, Zahra, mengatakan awal bulan ini bahwa kondisi penahanan ayahnya tidak manusiawi. Di dalam sel tahanan, ayahnya sedang menderita sesak napas dan stres yang berat.
Hussein, warga Mesir yang tinggal di Qatar, ditangkap oleh pihak berwenang Mesir pada 20 Desember 2016 setelah tiba di Kairo untuk berlibur.
Aljazeera Media Network telah menuntut Mesir untuk membebaskan Hussein tanpa syarat dan mengecam perpanjangan penahanannya. Masa penahanan Hussein telah diperpanjang sampai lima kali, terakhir pada 18 Maret 2017.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan media massa terkemuka juga mengkritik penahanannya. The International Press Institute (IPI), misalnya, hari ini menyerukan kepada Mesir untuk segera membebaskan Hussein. [Rusdiono Mukri]



















