Jakarta, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Indonesia terus berupaya untuk terus membantu Myanmar keluar dari krisis. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Indonesia terus membangun kepercayaan dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar.
“Indonesia berusaha terus membangun jembatan untuk mendekatkan perbedaan-perbedaan yang ada,” kata Menlu Retno sebagaimana dilansir Antara.
Sebagai informasi, Myanmar sedang mengalami krisis sosial, politik dan ekonomi sejak militer melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih pada tahun 2021.
Sejumlah kelompok hak asasi dan PBB menyebut militer Myanmar telah melakukan tindakan kejam kepada lawan-lawan politiknya. Mereka tidak segan menganggap lawan politiknya sebagai teroris yang berusaha menghancurkan negara dengan mayoritas warga beragama Budha tersebut.
Kantor PBB untuk koordinasi urusan kemanusiaan (OCHA), menyebut militer Myanmar telah meningkatkan sejumlah serangan udara yang menyerang sejumlah fasilitas umum seperti desa, sekolah, fasilitas medis, dan kamp-kamp pengungsian.
Retno menambahkan bahwa Indonesia terus mencoba untuk memfasilitasi upaya dalam mewujudkan kondisi yang kondusif, dialog inklusif, penghentian kekerasan serta membuka akses bantuan kemanusiaan.
“Indonesia juga telah memfasilitasi dibukanya kembali komunikasi dan konsultasi dengan berbagai stakeholder agar AHA Centre dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang memerlukannya tanpa memandang latar belakang suku, agama dan orientasi politik,” ucap Retno.
Sejak didapuk sebagai Ketua ASEAN, Indonesia aktif dalam merespons isu Myanmar, terutama dalam tiga bulan terakhir. Indonesia menginisiasi sejumlah agenda seperti keterlibatan pemerintah dalam dialog dengan beberapa pemangku kepentingan di Myanmar. Negara besar Asia Tenggara itu juga terus mendorong beberapa kegiatan seperti dialog nasional yang berjalan secara inklusif. [Mohamad Deny Irawan]




















