Bintaro, Gontornews — Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Nur Kholis Setiawan mengatakan, lulusan madrasah tsanawiyah (MTs) diprioritaskan untuk masuk ke Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC).
“Kuota untuk alumni MTs 75 persen, dan hanya 25 persen untuk alumni SMP,” paparnya pada Rakor Pendidikan PMU MAN IC di Bintaro, Selasa (4/4).
Sebagaimana dikutip kemenag.go.id, komposisi ini sebagai bentuk afirmasi Kementerian Agama terhadap siswa madrasah.
“Apalagi, sejarah didirikannya MAN IC oleh Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie, juga karena ingin memberikan pendidikan bermutu bagi para alumni madrasah dan pesantren,” ujarnya.
Afirmasi ini ditunjang dengan materi ujian tes potensi belajar siswa, tidak hanya penilaian aspek akademik semata.
Menurut Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN IC, Abdullah Faqih, banyak anak madrasah yang prestasi akademiknya biasa-biasa saja, tetapi memiliki potensi belajar yang sangat bagus. Hal ini bisa disebabkan banyak faktor, salah satunya minimnya fasilitas belajar.
Karenanya, dalam penilaian kelulusan peserta didik MAN IC, tes potensi belajar perlu diberi bobot lebih tinggi dari tes akademiknya.
“Bisa jadi mereka hari ini belum memiliki prestasi akademik yang bagus karena minimnya fasilitas. Tapi jika potensi belajarnya bagus, dengan didukung fasilitas yang ada di MAN IC, prestasi akademik mereka pasti akan bagus,” ujar Abdullah.
Seperti diberitakan Gontornews.com sebelumnya, lebih dari tujuh ribu siswa MTs dan SMP mengikuti seleksi PPDB MAN IC. Padahal kursi yang tersedia hanya 1.916. Hasil seleksi PPDB akan diumumkan pada 10 April mendatang. [Rusdiono Mukri]


















