Idlib, Gontornews — Dunia internasional mengecam penggunaan senjata kimia yang diduga dilakukan oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Amerika Serikat, Prancis dan Inggris menuduh Presiden Bashar al-Assad atas serangan itu.
Setidaknya 58 orang, termasuk 11 anak-anak, tewas di kota yang dikuasai pemberontak Suriah, Khan Sheikhoun, di Provinsi Idlib, Selasa (4/4) waktu setempat.
PBB mengatakan akan menyelidiki serangan bom kimia itu, dan berencana menggelar pertemuan darurat Dewan Keamanan yang dijadwalkan hari ini.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, serangan itu menyebabkan banyak orang tersedak atau pingsan. Beberapa di antaranya keluar busa dari mulutnya.
Mengutip sumber-sumber medis, semua itu menunjukkan gejala penggunaan bom kimia.
Petugas kesehatan setempat mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat dan akhirnya mencapai 100.
Seorang anggota relawan White Helmed, kelompok penyelamatan yang beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak, mengatakan kepada Aljazeera bahwa lebih dari 300 orang cedera.
Kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah menuduh pesawat pemerintah melaksanakan serangan itu dengan menggunakan gas yang mirip dengan sarin. Namun militer Suriah membantah tuduhan itu. [Rusdiono Mukri]























