Chicago, Gontornews — Mayoritas warga Chicago, AS, Selasa (27/06/2023), terpaksa menggunakan masker saat mereka keluar rumah seiring dengan penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan Kanada. Otoritas berwenang juga melaporkan klasifikasi udara tidak sehat di kota-kota seperti Illinois, Wisconsin, Indiana, Michigan dan Minnesota.
Perusahaan pengukur kualitas udara asal Swiss, IQAir, mencatat kualitas udara di Chicago mencapai 209 pada siang hari. Angka pada indeks IQAir itu menunjukkan bahwa kualitas udara di Chicago menjadi yang terburuk di dunia. Angka ini pula berarti peringatan bagi warga dengan kondisi pernapasan tertentu untuk berhati-hati.
Walikota Chicago, Brandon Johnson, telah mengeluarkan peringatan kepada penduduk terutama anak-anak, orang tua serta penderita jantung dan paru-paru. Walikota Brandon meminta para warga untuk tetap berada di dalam rumah atau memakai masker jika harus berada di luar rumah.
“Pada musim panas ini, kota-kota di seluruh Amerika Utara mengalami tingkat kualitas udara tidak sehat akibat kebakaran hutan,” kata Walikota Brandon kepada New York Times.
“Saat kami bekerja untuk merespons masalah kesehatan bagi komunitas kami, episode memperihatinkan ini menunjukkan dan menggarisbawahi dampak berbahaya dari krisis iklim terhadap penduduk kami, serta orang-orang di seluruh dunia,” sambungnya.
Sementara itu, pemerintah pusat memperingatkan bahwa langit berasap dapat kembali pada hari Rabu. Gubernur New York, Kathy Hochul, memperkirakan kualitas udara buruk akan terjadi di negara bagian Barat dan Tengah New York.
“Angin yang masuk malam ini serta kebakaran hutan Kanada yang berlangsung akan menyebabkan kualitas udara di New York City memburuk,” kata Walikota New York City, Eric Adams. [Mohamad Deny Irawan]




















