Ponorogo, Gontornews – Ketua Umum Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, Ustadz Nur Syahid, mengatakan bahwa FORBIS –Forum Bisnis Alumni Gontor– memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu Ukhuwah Islamiyah, Kemandirian, dan Kesejahteraan Keluarga.
Ustadz Nur Syahid menyebutkan hal itu ketika membuka acara Career and Entrepreneur Fair (CEF) 3.0 untuk calon wisudawan angkatan ke-41 Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor di Aula Rabithah Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Senin (24/7/2023).
Ustadz Nur Syahid menambahkan bahwa pendidikan di Gontor bertujuan membentuk mental memberi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ia mengilustrasikan bahwa perekonomian yang sukses yaitu perekonomian komunitas yang saling membantu dan memberdayakan.
Karena itulah ia berharap, dengan CEF 3.0 ini para peserta dapat terinspirasi dan bersemangat untuk menjalani peran sebagai pengusaha dan pemimpin masa depan. “Sehingga Gontor dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor, Agus Maulana, menyatakan bahwa CEF 3.0 untuk calon wisudawan angkatan ke-41 UNIDA Gontor bertujuan bukan untuk mencetak pegawai, melainkan mencetak para pengusaha.
“CEF ini memiliki orientasi untuk menginspirasi calon wisudawan agar menjadi pengusaha dan pemimpin yang memiliki ide-ide cemerlang dalam dunia bisnis,” ujar Agus Maulana.
Ia menuturkan, CEF 3.0 ini merupakan kegiatan yang mempertemukan calon alumni UNIDA Gontor dengan para pengusaha yang tergabung dalam FORBIS.
Selain sebagai wadah untuk menemukan potensi kerjasama antara pengusaha dan calon lulusan UNIDA, acara ini juga bertujuan menumbuhkan semangat dan mental pengusaha di kalangan mahasiswa.
Agus Maulana juga menekankan pentingnya membangun mental kewirausahaan yang kuat agar anggota FORBIS memiliki daya juang dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan bisnis.
Ia mengatakan, menjadi pengusaha merupakan salah satu cita-cita pendiri Gontor, dan hal ini dapat menciptakan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Sedangkan Wakil Rektor 3 UNIDA bidang Penelitian dan Kerjasama, Dr Khoirul Umam, menyoroti pentingnya persaudaraan dan kerjasama dalam mencapai kesuksesan ekonomi berbasis komunitas.
Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah peradaban Islam, persaudaraan Muhajirin dan Anshar telah menciptakan pasar besar di Madinah mengalahkan pasar Yahudi.[]




















