Banten, Gontornews–Bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, mengunjungi Pesantren Daar El-Qolam di Jayanti, Kabupaten Tangerang. Anies mengaku kagum terhadap pesantren dengan ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah itu.
Anies tampak memakai sarung saat tiba di pesantren tersebut. Anies didampingi Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali dan Ketua DPW NasDem Banten Wahidin Halim.
Anies disambut para pengurus pondok pesantren KH Odhy Roshihuddin. Anies kemudian menyebut alumni pesantren tersebut banyak di Jakarta.
“Alumninya banyak sekali di Jakarta,” kata Anies kepada para pengurus ponpes di Tangerang, Banten, Rabu (25/10/2023).
Anies mengenang 10 tahun lalu dia pernah berkunjung ke pesantren tersebut. Dia kemudian diajak berkeliling melihat pesantren oleh KH Odhy menggunakan mobil.
“Ahlan wa sahlan,” ucap Anies.
Usai berkeliling pesantren alumni Gontor ini, Anies bertemu dengan salah pimpinan El Qolam 1 dan 4 KH Nahrul Ilmi Arief. Anies juga mengikuti salat berjemaah bersama para santri di Masjid As-Syuhada.
Anies menyampaikan sejumlah pesan kepada santri dan berjanji memberikan lebih banyak beasiswa untuk santri agar maju berkembang.
“Pesan ke santri, tentu rajin, tekun dan kesempatan untuk maju berkembang terbuka. Insyaallah menjadi prioritas kita juga, diberikan kesempatan lebih banyak dalam bentuk beasiswa, program-program pendidikan tinggi sehingga mereka bisa masuk ke mana saja untuk meraih cita-citanya,” kata Anies di hadapan para santri Ponpes Daar El-Qolam.
Anies menyebut pondok pesantren harus diberi kesetaraan layanan oleh negara. Baik itu dari kesempatan pembangunan fasilitas, anggaran hingga akses beasiswa untuk para santrinya.
Anies bahkan sempat berbicara dan memberi motivasi kepada santri di sana. Ia memberi tiga nasihat utama bagi santri untuk masa depan, di antaranya pengembangan berpikir kritis, berpikir kreatif dan kemampuan bercita-cita demi pembangunan Indonesia.
“Ke depan kita membutuhkan santri yang bisa berpikir kritis, yang disebut punya kemampuan critical thinking. Kedua, kemampuan untuk kreatif, kenapa? Fondasinya sudah ada di sini, aqidah dapat, iman, Islam, akhlak sudah dapat. Saya akan usulkan yang kira-kira dibutuhkan lagi ke depan yang belum fondasinya belum sistematis, berfikir kritis berfikir kreatif,” ucapnya.
Cita-cita santri, kata Anies, harus tinggi. Menurut Anies, bentangan negara berpenduduk muslim di dunia sangat luas dan santri Indonesia bisa hadir di sana untuk bersekolah dan lain sebagainya.
“Lokasi belajar boleh di mana saja, lokasi mimpi cita-cita harus di langit yang amat tinggi,” imbuhnya. [fathur]





















