Pekalongan, Gontornews — Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LPP-PWM) Jawa Tengah, M Irzal Fadholi, berharap pesantren di lingkungan keluarga besar Muhammadiyah untuk tetap memiliki nilai, ruh kepesantrenan dan tidak sekedar berasrama semata. Secara khusus, Irzal menekankan pentingnya kiai sebagai figur sekaligus teladan bagi guru, santri dan wali santri.
“Pesantren Muhammadiyah harus memiliki nilai pesantren, bukan hanya berasrama dan berbudaya pesantren, tetapi juga memiliki ruh pesantren, yaitu kiai sebagai figur dan teladan bagi guru, santri serta wali santri,” ungkap Irzal saat membuka acara Uji Publik Instrumen Akreditasi Pesantren Muhammadiyah di International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftahul Ulum Pekajangan, Pekalongan, Sabtu (15/6/2024).
Irzal juga berharap pesantren bisa menjadi pusat kaderisasi ulama di Indonesia. “Ulama hanya bisa diproduksi dan dibentuk dari rahim pesantren. Oleh karena itu, pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah harus memiliki nilai, mutu dan kualitas yang unggul,” sambungnya sebagaimana dilansir laman resmi PWM Jawa Tengah.
LPP-PWM Jawa Tengah mencatat pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah berjumlah 182 pesantren. Karena itu, tantangan besar lembaganya yaitu memastikan pesantren-pesantren itu memiliki kualitas dan standarisasi pengelolaan pesantren yang tepat dan baik.
“Mewujudkan pengelolaan yang baik harus ada barometer standarisasi pengelolaan pesantren. Harapan besar kami agar pesantren Muhammadiyah menjadi pilihan utama umat dan mendidik putra-putrinya di masa yang akan datang sebagai bagian dari garda terdepan dan benteng umat terakhir,” jelas Irzal.
“Kami berharap, instrumen akreditasi yang dihasilkan dari uji publik ini bisa diterapkan dengan efektif, sehingga pesantren kami bisa terus berkembang,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















