Ponorogo, Gontornews – Wisuda Khatmil Qur’an dan Pengajian Akbar TPA Binaan UNIDA Gontor Ar-Raudhah sukses diselenggarakan pada Ahad (23/6/2024) malam di Desa Beton, Siman, Ponorogo. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dihadiri sekitar 800 peserta yang terdiri dari seluruh santri TPA Ar-Raudhah, wali santri, dan masyarakat sekitar.
TPA Ar-Raudhah, yang dipimpin oleh Ust Wahyu Septrianto, MAg, dosen UNIDA Gontor pada Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir, merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini melalui pengajaran Al- Qur’an. Di bawah kepemimpinannya, TPA Ar-Raudhah terus berkembang dan aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keislaman pada anak-anak usia dini.
Kegiatan wisuda ini merupakan bentuk rasa syukur para guru dan wali santri atas capaian hafalan santri dan santriwati yang telah menyelesaikan juz 29 dan juz 30. Acara ini juga melibatkan para mahasiswa UNIDA Gontor yang tergabung dalam Divisi Pengabdian Masyarakat LPPM UNIDA Gontor dengan dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Gontor 2 Ust Suwito Djemari, MPd, Ketua MUI Madiun 2020 KH Muhammad Shodiq, dan berbagai tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, KH Muhammad Shodiq menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya pendidikan pesantren di era digitalisasi. Menurutnya mendidik generasi saat ini memerlukan usaha yang lebih, mengingat tantangan yang dihadapi seiring berkembangnya zaman. “Pendidikan pesantren bukan hanya menanamkan nilai-nilai Islam, tetapi juga mengajarkan adab dan akhlaqul karimah yang menjadi solusi dalam menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 1980-an itu memberikan pesan inspiratif yang menutup rangkaian acara dengan hikmah.
Acara ini juga merupakan wujud nyata dari pengabdian masyarakat oleh dosen dan mahasiswa UNIDA Gontor, yang membaur dengan masyarakat dan bekerjasama untuk menyukseskan acara ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, UNIDA Gontor semakin menunjukkan eksistensinya dalam mendidik generasi muda yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman untuk masyarakat.
Para peserta, baik santri, wali santri, maupun masyarakat, terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Semoga kegiatan seperti ini terus dapat dilaksanakan secara rutin dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. []






















