Jakarta, Gontornews — Wakil Ketua MPR RI Dr HM Hidayat Nur Wahid, Lc, MA mengingatkan kepada masyarakat bahwa ramainya pemberitaan terkait perang dan serangan Israel atas Iran dan serangan balik Iran terhadap Israel, jangan sampai membuat umat terpecah belah ataupun terlena dan melupakan akar masalah yaitu penjajahan Israel atas Palestina dengan kejahatan genosida yang dilakukan Israel terhadap Gaza dan penguasaan Israel atas Aasjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam yang oleh Israel akan diubah menjadi kuil Sulaiman.
Bisa jadi serangan Israel ke Iran itu juga bentuk pengalihan isu dan perhatian publik dari masalah Gaza dan Masjid al-Aqsha, agar Israel leluasa menghancurkan dan menguasai Gaza dan menggusur Masjid al-Aqsha. Terbukti, sambil menyerang Iran, Israel juga malah semakin brutal melakukan kejahatan kemanusiaan dengan mempraktikkan genosida bahkan holocaust terhadap warga sipil di Gaza, dan bahkan sudah enam hari menutup Masjid al-Aqsha dan melarang umat Islam memasukinya maupun beribadah di dalamnya.
“Sebagai bangsa Indonesia yang berketuhanan dan berkeadaban serta konsisten memegangi pembukaan UUD NRI 1945, maka pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel dengan menyerang Iran, haruslah ditolak, tetapi penjajahan dan genosida yang dilakukan Israel atas Gaza juga tidak boleh dilupakan, bahkan harus tetap ditolak keras, juga pelanggaran atas hak-hak asasi beribadah umat Islam di Masjidil Aqsha sebagaimana diperagakan Israel itu juga tidak mungkin dibiarkan dan sepatutnya diprotes keras, bukan hanya oleh umat Islam di Indonesia, tapi juga lembaga keumatan di Indonesia seperti Ormas-osmas Islam: DMI, MUI. Juga lembaga keumatan di tingkat global seperti OKI, yang alasan didirikannya karena pembelaan terhadap Masjid al-Aqsha dengan terjadinya pembakaran Masjid al-Aqsha oleh zionis Israel,” kata Hidayat Nur Wahid yang akrab dipanggil HNW ini melalui keterangannya di Jakarta (20/6/2025).
Apalagi sekarang, ketika Masjid al-Aqsha dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan, dengan berulangnya penyerbuan dari pihak zionis yang dilindungi Polisi Israel, bahkan selama enam hari Masjid al-Aqsha sudah pernah ditutup oleh Israel. Mestinya OKI berada di garda terdepan, mengoordinir semua potensi anggota OKI dan lembaga kemanusiaan global, untuk menyelamatkan Masjid al-Aqsha yang oleh UNESCO sudah dinyatakan sebagai warisan budaya benda milik umat Islam, agar bebas dan selamat dari penguasaan dan kejahatan Israel.
Hal tersebut disampaikan HNW di depan warga Jakarta, saat dirinya melakukan reses di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan reses dan serap aspirasi masyarakat tersebut, HNW juga mengawal advokasi penyaluran bantuan rehab masjid dan mushala serta bantuan mushala ramah rintisan yang disalurkan oleh Kementerian Agama.
Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri itu menyampaikan terima kasih kepada Kemenag RI dan seluruh pihak yang telah membantu terealisasinya bantuan rehab dan ramah disabilitas untuk masjid dan mushalla dan mengingatkan warga untuk memaksimalkan pemakmuran masjid dan mushalla agar makin berdampak positif atasi berbagai penyakit masyarakat seperti judi online, narkoba, tawuran, dan lain-lain.
“Karenanya adanya bantuan untuk masjid an mushalla ini merupakan hal yang perlu disyukuri dengan memakmurkannya, menebar manfaat dan kepedulian untuk sesama warga di lingkungan masjid, sesama umat, dan sesama manusia. Agar kondisi sangat miris seperti di tengah berlanjutnya kebengisan Zionis Israel dalam melakukan genosida di Gaza, bisa dihentikan, dan tidak malah merajalela, menyebar ke mana-mana, hingga ke Indonesia,” kata HNW kepada para pengurus masjid dan mushalla yang ditemui.
HNW juga menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat Indonesia mempunyai tanggung jawab sejarah untuk meningkatkan fokus dan ikhtiar dalam menghentikan kejahatan Zionis Israel terhadap Masjidil Aqsha, Gaza, dan seluruh kawasan Palestina lainnya.
“Apalagi kelompok yang mendominasi perpolitikan di Israel saat ini tidak malu-malu mengakui niat mereka menghancurkan Masjidil Aqsha dan menggantinya dengan Kuil Ketiga atau Kuil Sulaiman, ditambah Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel yang merupakan penganut gagasan yang sama. Indonesia sebagai bagian penting dalam masyarakat dunia penting aktif sesuai ketentuan Konstitusi, berperan serta dengan berupaya menghentikan segala bentuk impunitas yang membuat Israel merasa di atas hukum. Walaupun saat ini Israel berupaya membuka front dengan Iran yang bisa jadi bentuk pengalihan isu, karena faktanya mesin kejahatan Israel masih berjalan di Gaza dan atas Masjid al-Aqsha di Palestina. Kami harap Indonesia tetap fokus menyuarakan pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina, menghentikan perang dan genosida atas Gaza, dan mengingatkan OKI untuk kembali ke alasan berdirinya OKI yaitu membela dan menyelamatkan Masjid al-Aqsha yang kini dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan, menjadi korban kejahatan kemanusiaan Israel dan para zionisnya. Dan pembekuan Israel di setiap forum-forum internasional, dan kami harap para masyarakat Indonesia tidak bosan dan tidak terlena, tapi bersatu bersama para relawan/aktivis global tetap mendoakan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina, dengan segala potensi dan cara yang efektif,” kata HNW sekaligus menutup kegiatan reses DPR RI tersebut di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. []



















