Jakarta, Gontornews — Panitia Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 menyatakan, hingga Juni 2025, jumlah peserta World Scout Muslim Jamboree (WSMJ 2025) tembus 15 ribu peserta. Belasan ribu peserta itu terdiri dari regu pramuka, pembina dan relawan dari Indonesia serta negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Panitia WSMJ 2025 membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai kementerian, lembaga negara dan mitra swasta nasional seiring dengan meningkatnya antusiasme peserta. Sebagai informasi, Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 diselenggarakan di Jakarta mulai 9 hingga 14 September 2025 mendatang.
“Zamannya kolaborasi dan sinergi. Kami sangat terbuka sekali untuk bekerjasama dengan berbagai pihak agar acara ini sukses dan berdampak positif ke semua kalangan,” ujar Akrimul Hakim, salah satu Ketua Panitia Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Sejauh ini, Akrim melanjutkan, kepanitiaan telah menjalin kerjasama resmi dengan beberapa lembaga tepercaya, seperti World Islamic Union for Scout and Youth (WIUSY), Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendukung kelancaran acara Jambore Dunia 2025 ini.
“Kami telah mendapatkan legalitas resmi dari WIUSY dan dukungan dari Kwarnas serta Kemenpora. Ini bukti Indonesia dipercaya sebagai pusat gerakan pramuka Muslim dunia,” jelas Akrim kepada gontornews.com.
Akrim mengatakan, skala dan semangat kolektif dalam Jambore ini juga mencerminkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya milik kalangan pesantren, tetapi juga milik bangsa Indonesia.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia juga hadir dalam kepanitiaan Jambore ini. Kami membuka ruang kolaborasi dengan kementerian, BUMN, dan mitra swasta untuk mensukseskan acara ini,” kata Akrim.
Akrim menambahkan, besarnya eksposur Jambore menjadi nilai tambah yang penting bagi semua mitra yang terlibat. “Ini bukan hanya acara kepramukaan, tapi juga panggung branding, diplomasi budaya, dan promosi nilai-nilai Islam yang moderat. Produk atau institusi yang terlibat akan mendapat perhatian tak hanya dari audiens nasional, tapi juga internasional,” paparnya.
Kolaborasi Media
Sementara itu, Ketua Divisi Humas Panitia Jambore, Luqman Hakim Arifin, mengungkapkan bahwa panitia telah bekerjasama dengan beberapa media nasional-internasional untuk mendiseminasikan informasi Jambore Dunia ini kepada publik. Menurutnya, peran media sangatlah penting dalam menyebarluaskan nilai-nilai kepramukaan dan pesantren yang menjadi dasar kegiatan ini.
“Melalui media, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Jambore Pramuka Muslim Dunia adalah bentuk nyata dari pendidikan karakter, kepemimpinan, dan kerja sama global yang sesuai dengan semangat pesantren dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Luqman.
Panitia berharap kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam diplomasi pemuda Muslim Indonesia, melalui jambore pramuka, sekaligus bukti bahwa bangsa ini mampu menjadi tuan rumah acara internasional yang berkelas, inklusif, dan penuh nilai. [Mohamad Deny Irawan]




















