Ngawi, Gontornews — Kunjungan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Prof Dr Salamah Daud, ke Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (21/6/2025) tidak hanya mempererat hubungan kedua institusi pendidikan, tetapi juga menyoroti kedekatan historis antara Indonesia dan Mesir.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Dr Salamah Daud menekankan bahwa Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, sebuah fakta yang menjadi landasan kuat bagi hubungan bilateral yang erat.
Lebih lanjut, Salamah Daud menyoroti kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Mesir baru-baru ini.
Menurutnya, Mesir menjadi negara pertama yang dikunjungi Prabowo setelah dilantik. Di negara itu Prabowo bertemu dengan Presiden Mesir sebelum melanjutkan lawatan ke Al-Azhar untuk bertemu dengan Grand Syeikh.
Dalam pertemuan dengan santriwati Gontor, Rektor Al-Azhar juga bercerita mengenai antusiasme ribuan mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Al-Azhar saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo.
Ia mengungkapkan, awalnya ada sekitar 30 ribu mahasiswa yang ingin bertemu, namun karena keterbatasan tempat, pertemuan akhirnya dihadiri oleh 15 ribu mahasiswa.
Salamah Daud menggambarkan suasana pertemuan tersebut dengan penuh semangat. Para ย mahasiswa Indonesia sangat antusias hingga berebut untuk bersalaman dengan Presiden Prabowo.
Ia menilai peristiwa itu sebagai bukti nyata kecintaan para mahasiswa Indonesia di Mesir terhadap presiden mereka, dan sebaliknya.
Selain menyoroti kedekatan historis dan kunjungan Presiden Prabowo, Rektor Al-Azhar juga membahas potensi peningkatan kerjasama pendidikan tinggi antara UNIDA Gontor dan Al-Azhar, memanfaatkan status muadalah yang telah dimiliki lulusan KMI Gontor.
Ia mengamini pernyataan dari Pimpinan Pondok Modern Gontor, Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA, mengenai eratnya hubungan antara Gontor dan Al-Azhar, bahkan menyebut Gontor sebagai bagian dari Al-Azhar Syarif.
Kunjungan Rektor Al-Azhar ini menjadi semakin bermakna dengan penekanan pada akar hubungan persahabatan antara Indonesia dan Mesir, yang tecermin dalam sambutan hangat mahasiswa Indonesia terhadap Presiden Prabowo di Al-Azhar.
Hal ini juga memperkuat harapan akan terjalinnya kerjasama pendidikan yang lebih erat antara Gontor, UNIDA, dan Universitas Al-Azhar di masa mendatang. []





















