pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 24 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Haikal dan Bilal: Iman Menyala di Bawah Batu dan Debu

Oleh Hadiyanto Arief, Pengasuh Pesantren Darunnajah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
1 year ago
in Kolom
0
Haikal dan Bilal: Iman Menyala di Bawah Batu dan Debu

Dalam struktur maqāṣid al-syarī‘ah, para ulama menempatkan hifẓ ad-dīn — menjaga agama — di urutan pertama, sebelum hifẓ an-nafs (menjaga jiwa), hifẓ al-‘aql, hifẓ an-nasl, dan hifẓ al-māl. Bagi sebagian orang, urutan itu tampak akademis. Namun dalam kenyataan hidup, kadang urutan itu menjelma menjadi nyala iman yang hidup di dada seorang Mukmin, membimbingnya di saat batas antara hidup dan mati terasa begitu tipis.

Beberapa waktu lalu, kisah Haikal, santri Pondok Pesantren Al-Khozini, mengetuk hati banyak orang. Ketika bangunan mushalla tempatnya bernaung runtuh menimpanya, ia tertimbun selama tiga hari di bawah reruntuhan, dalam gelap, lapar, dan kesakitan. Nyawanya seakan tergantung di ujung helaan napas. Namun di tengah kondisi itu, Haikal tetap melaksanakan shalat setiap kali masuk waktu, dengan segala keterbatasannya, di bawah puing dan debu, tanpa air dan tanpa daya. Subhanallah — di saat sebagian manusia menyerah pada rasa takut, ia masih tunduk dalam sujud. Di bawah reruntuhan, Haikal tetap menjaga tiang agamanya.

Haikal akhirnya diselamatkan, meski harus kehilangan satu kakinya. Tubuhnya tak lagi sempurna, tapi imannya tetap utuh, iman dan shalatnya tetap utuh. Inilah makna sejati dari hifẓ ad-dīn: menjaga agama di atas segalanya, bahkan di atas diri sendiri.

Kisah Haikal menyingkap gema kisah teladan Bilal bin Rabah, sahabat mulia Nabi SAW yang disiksa di padang pasir, ditindih batu besar, dan dipaksa mengingkari Tuhannya. Namun Bilal hanya berucap:

BACA JUGA

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

Strategi Menanamkan Akidah Islam Melalui Pembiasaan Ibadah pada Anak Tingkat SD/MI

“Aḥad, Aḥad — Allah Yang Esa, Allah Yang Esa.”

Bilal memilih iman, bukan keselamatan tubuh. Haikal pun demikian — tubuhnya mungkin terjepit reruntuhan, tetapi hatinya bebas: kakinya terpaksa diamputasi, tetapi agama dalam dirinya tak pernah tergores. Keduanya memperlihatkan satu kebenaran abadi bahwa iman merupakan bagian tubuh yang tak bisa dipotong.



Dalam pandangan maqāṣid al-syarī‘ah, kisah Haikal mengajarkan mengapa hifẓ ad-dīn harus diutamakan. Karena agama bukan sekadar bagian dari hidup — agama makna dari kehidupan itu sendiri. Menjaga jiwa penting, tetapi menjaga iman menjadi alasan jiwa itu ada. Sebab hidup tanpa iman hanyalah keberadaan tanpa arah, sementara kehilangan sebagian tubuh demi iman merupakan tanda kemuliaan di sisi Allah.

Kisah Haikal hadir di tengah zaman yang haus teladan. Bangsa ini sedang mengalami krisis moral dan akhlak: banyak yang pintar tapi kehilangan nurani, banyak yang sukses tapi miskin empati. Anak muda kita tumbuh di tengah layar, tapi kehilangan cermin — cermin keteladanan yang dahulu memantulkan wajah-wajah penuh keikhlasan. Kini banyak yang sibuk menjaga citra, tapi lupa menjaga hati. Banyak yang berjuang mempertahankan eksistensi di dunia maya, tapi lalai mempertahankan hubungan dengan Sang Pencipta. Fenomena ini bukan sekadar kelemahan pribadi, tetapi pertanda bahwa orientasi pendidikan kita mulai kehilangan ruhnya.

Padahal, Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 dengan jelas menegaskan:

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Artinya, pendidikan sejati bukan hanya mencerdaskan pikiran, tetapi menyuburkan iman dan akhlak. Bukan hanya membangun kecerdasan logika, tetapi membangun kejernihan jiwa. Haikal merupakan bukti bahwa pendidikan pesantren masih setia menjaga ruh itu. Ia wajah generasi yang terdidik bukan hanya untuk berpikir, tetapi untuk beriman dan berakhlak. Ia menjadi saksi bahwa ketika akidah telah tertanam, maka bahkan reruntuhan tak bisa menggoyahkannya. Santri seperti Haikal merupakan buah dari tarbiyah yang hidup — pendidikan yang menanamkan iman lebih dalam dari sekadar pengetahuan.

Kini Haikal mungkin berjalan dengan satu kaki, namun langkahnya akan selalu lebih tegak dari banyak orang yang tubuhnya lengkap tapi hatinya pincang. Sebab ia telah mengajarkan kita, bahwa iman lebih kuat daripada rasa sakit, dan bahwa agama lebih berharga dari anggota badan. Ia tidak mati dalam reruntuhan — justru imannyalah yang hidup dan menegakkan martabat pesantren di tengah ujian.

Haikal dan Bilal terpisah ribuan tahun, tapi keduanya berada di maqam yang sama — maqam orang-orang yang menjaga agama di atas segalanya. Mereka mengingatkan kita bahwa kekuatan bangsa ini bukan terletak pada harta, senjata, atau gelar, tetapi pada jiwa-jiwa yang beriman, ikhlas, dan teguh di bawah cahaya Ketuhanan.

Ketika seorang santri kecil menjaga imannya di bawah reruntuhan, ketika lidahnya tetap berdzikir di tengah derita, ketika ia tetap menjalankan kewajibannya pada saat nyawa di ujung tanduk- maka sesungguhnya ia sedang menegakkan sila pertama Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Inilah hakikat Pancasila yang hidup — bukan sekadar dihafal di bibir, tapi dihayati dalam jiwa. Ketuhanan yang menjadi fondasi bagi seluruh sila berikutnya: kemanusiaan yang beradab, persatuan yang utuh, musyawarah yang bermartabat, dan keadilan yang bermakna.

Menariknya, urutan sila-sila dalam Pancasila pun disusun dengan logika yang sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah — dimulai dari Ketuhanan sebagai landasan utama, baru kemudian kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Sebagaimana dalam maqāṣid, hifẓ ad-dīn menjadi sumber dan penuntun bagi penjagaan jiwa, akal, keturunan, dan harta; demikian pula Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sumber nilai dan arah bagi seluruh sendi kehidupan bangsa. Jika Ketuhanan dilupakan, seluruh sila kehilangan makna. Tetapi jika Ketuhanan ditegakkan maka Pancasila menjelma menjadi cahaya kehidupan.

Haikal merupakan cermin dari Pancasilais sejati — bukan karena ia berbicara tentang ideologi, tetapi karena ia hidup dengan iman, bertahan dengan akhlak, dan menyerahkan segalanya kepada Allah Yang Maha Esa. []

Tags: hifẓ ad-dīnmaqāṣid al-syarī‘ahPondok Pesantren Al-Khozini
Share41Tweet26Send
Previous Post

Childfree, Apa Kata Mereka?

Next Post

Israel Masih Serang Gaza Meski Hamas Sepakat Gencatan Senjata, HNW: Harusnya Trump Pastikan Israel Hentikan Serangan dan Tak Ingkari Kesepakatan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

0
Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

0
Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

0
Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

0
Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

24 October 2026
Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

24 October 2026
Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

24 October 2026
Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

23 October 2026
PKS: Berkontestasi Politik Harus Siap Menang dan Siap Kalah

Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jakarta Selatan, HNW Apresiasi SR dan Perkembangan Peserta Didik

23 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result