Cirebon, Gontornews — Santri Yayasan Generasi Al-Qurβan Nurul Ikhsan bersama warga Desa Jagapura Wetan Kabupaten Cirebon mengikuti program Edu Environment atau edukasi lingkungan. Kegiatan ini bertujuan membentuk santri sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan serta menjadi pionir penanaman pohon buah dan tanaman hias.
Melalui halaqah berkelompok, para santri melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan Masjid Nurul Ikhsan dan area belajar mengaji. Aksi Santri Peduli Lingkungan tersebut dipandang sebagai wujud keimanan.
βMenjaga kebersihan adalah bagian dari ajaran Rasulullah SAW. Kami ingin santri memahami bahwa merawat alam juga termasuk ibadah,β ujar Ketua Pelaksanana Program Edu Environment, Ustadzah Fatikhatul Jannah, S.Ag dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Tidak hanya santri, kegiatan ini juga melibatkan pengasuh, pengurus yayasan, orang tua atau wali santri, aparatur Desa Jagapura Wetan, para imam masjid, jamaah Masjid Nurul Ikhsan, serta tokoh masyarakat. Mereka mendukung penuh kegiatan yang dinilai berdampak pada kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan desa.
Dalam sesi edukasi lapangan, para santri diajarkan teknik dasar menanam dan merawat tanaman serta pentingnya tidak merusak pepohonan. Santri juga dibimbing untuk menghemat penggunaan air, bijak menggunakan listrik, serta tidak memubazirkan makanan.
βKami ingin membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab lingkungan sejak usia dini,β tambah Ustadzah Fatikhatul Jannah.
Pada aksi penghijauan, sebagian pot tanaman dibuat dari botol bekas air mineral Leminerale yang didaur ulang menjadi media tanam. Langkah ini ditujukan untuk menumbuhkan budaya reuse dan recycle, sekaligus mengurangi penggunaan plastik.
Pembina Yayasan Generasi Al-Qurβan Nurul Ikhsan, Dr KH Ikhsan Abdullah, SH MH, mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam kegiatan tersebut.
βSantri harus hadir sebagai teladan dalam menjaga lingkungan. Inisiatif kecil seperti menanam, merawat, dan tidak membuang sampah sembarangan adalah bagian dari akhlak yang harus dijaga,β ujar Wakil Sekjen MUI dan Katib Syuriyah PBNU tersebut.
Beliau menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari pendidikan. βKetika santri dibiasakan peduli sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat bumi,β imbuh Dr Ikhsan. [Mohamad Deny Irawan]





















