Padang, Gontornews — Pondok Pesantren Kanzul Ulum Padang menerima wakaf produktif berupa seekor kuda legendaris bernama Kamang Crome. Wakaf ini menjadi langkah nyata dalam pengembangan wakaf produktif di lingkungan pesantren, sekaligus memperkuat kemandirian lembaga pendidikan Islam melalui pengelolaan aset yang bernilai dan berkelanjutan.
Kuda Kamang Crome merupakan kuda legendaris asal Sumatra Barat yang memiliki prestasi nasional. Kuda ini pernah menjuarai Indonesia Derby tahun 2017 yang diselenggarakan di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Semarang. Menjadikannya salah satu kuda pacu terbaik yang pernah dimiliki daerah tersebut.
Kepada Gontornews.com, KH M Subhan, Pimpinan Ponpes Kanzul Ulum Padang menjelaskan, “Wakaf produktif ini berasal dari pemilik kuda, Dr dr Delfi MKed(Oph) MKM SpM(K).” Dalam proses pengelolaan dan perawatannya, lanjut sang perintis pondok tersebut, Kuda Kamang Crome ditangani oleh pelatih Ir Amris, dengan penghubung wakaf melalui Mirawati Nurmatias AMaPd AMdRO.
Wakaf tersebut diharapkan dapat dikelola secara profesional demi kemaslahatan pesantren. Keberadaan wakaf produktif berupa kuda pacu Kamang Crome berprestasi ini memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekonomi, edukasi, maupun dakwah.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2004 itu pun berharap, Ponpes Kanzul Ulum Padang mampu memanfaatkan aset wakaf ini sebagai sarana pembelajaran, pengembangan potensi, serta sumber manfaat jangka panjang.
Dalam kesempatan terpisah, pada Seminar Wakaf Internasional yang berlangsung di Hotel Truntum pada tanggal 15–17 November 2025, KH Hasan Sahal menegaskan pentingnya implementasi wakaf secara nyata. KH Hasan menyampaikan bahwa wakaf tidak cukup berhenti pada podium dan wacana, melainkan harus diwujudkan dalam praktik konkret, sebagaimana realisasi wakaf produktif yang diterima Ponpes Kanzul Ulum Padang. [Edithya Miranti]



















