Ponorogo, Gontornews — Yayasan Hadlonah Darussalam sukses menarik antusias ribuan peserta dalam giat Seminar Parenting Hadlonah Darussalam bertajuk Tiga Pilar Sukses Mendidik Anak.
Acara itu dihadiri oleh Pembina Yayasan, Pendamping Satuan Pendidikan, para pengurus yayasan, juga segenap wali santri dan santri Hadlonah Darussalam dari jenjang Kelompok Bermain Terarah (KBT), TK Fullday School Hadlonah Darussalam, serta SDIT Darussalam dengan jumlah keseluruhan lebih dari 1000 orang.
Pada acara yang digelar di Gedung Olah Raga Islamic Center Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut, narasumber, Dr Nafik Palil MPd secara gamblang menjelaskan bahwa tiga pilar sukses mendidik anak tersebut terdiri dari 60% peran orangtua, 20% peran sekolah, dan 20% peran lingkungan.
Tujuan utama Dr Nafik Palil menekankan angka 60% pada keluarga adalah untuk menyadarkan orangtua bahwa:
- Pusat Karakter: rumah adalah madrasah pertama. Pembentukan akhlak, nilai moral, dan kepribadian anak paling besar ditentukan oleh interaksi di rumah.
- Kekuatan Emosional: memberikan pemahaman bahwa kedekatan emosional antara anak dan orangtua adalah “bahan bakar” utama kesuksesan anak di masa depan.
- Tanggung Jawab Utama: menghapus pola pikir bahwa “setelah menyekolahkan anak, tugas orang tua selesai”.
Kemudian Dr Nafik juga menjelaskan tentang pentingnya membangun sinergi dengan sekolah. Meskipun angkanya terlihat kecil (20%), peran sekolah tetap krusial sebagai:
- Mitra Strategis: menunjukkan bahwa sekolah berfungsi sebagai fasilitator akademik dan penguat nilai yang sudah diajarkan di rumah.
- Sinkronisasi Kurikulum: memastikan apa yang diajarkan di Hadlonah Darussalam selaras dengan kebiasaan yang diterapkan orangtua di rumah agar anak tidak bingung.
Terakhir, perlunya menumbuhkan kewaspadaan terhadap lingkungan (20%). Menurutnya, tujuan dari pilar lingkungan ini yaitu:
- Filter Sosial: mengedukasi orangtua agar mampu membimbing anak dalam memilih pertemanan dan menghadapi pengaruh media digital/sosial.
- Kemandirian: menyiapkan anak agar memiliki “imunitas” mental saat mereka keluar dari lingkungan rumah dan sekolah.
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Azizah Akbar Rahmawati SSi MPd, Kepala Sekolah TK Fullday School Hadlonah Darussalam menginformasikan, “Kegiatan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk membangun kesadaran bahwa keberhasilan pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kolaborasi yang seimbang antara keluarga, sekolah, dan lingkungan.”
Harapan terbesarnya konsistensi orangtua untuk mempraktikkan perubahan kecil di rumah. Ilmu yang didapat tidak akan berguna tanpa perubahan perilaku (misalnya: mengurangi penggunaan gadget saat bersama anak).
Ia juga berharap, terbentuknya komunitas pembelajar. “Diharapkan ada wadah lanjutan (seperti grup diskusi atau pertemuan rutin) antarwali murid dan sekolah untuk saling menguatkan dalam menerapkan pilar sukses mendidik anak tersebut,” sambung alumnus Gontor Putri 2005 itu.
Hingga kemudian, tambah Ustadzah Azizah, akan hadir sinergi nyata di mana diharapkan pihak sekolah dan orangtua memiliki “bahasa yang sama” (se-iya se-kata) dalam mendidik. Jika sekolah mengajarkan kemandirian, maka di rumah orangtua harus memberikan ruang bagi anak untuk mandiri, bukan justru memanjakannya.
“Dengan menghadirkan pakar seperti Dr Nafik Palil, acara ini bukan sekadar seminar teknis, melainkan sentuhan spiritual dan mental yang menyasar akar masalah pola asuh.” pungkas Azizah. [Edithya Miranti]





















