pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 6 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Energi Spiritual Niat dalam Menumbuhkan Empati

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
24 December 2025
in Tafsir
0
Energi Spiritual Niat dalam Menumbuhkan Empati

Foto: Pondok Pesantren Daarut Tauhiid

Landasan Teologis

قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Ali Imran: 29)

Asbabun Nuzul

BACA JUGA

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Asbabunnuzul ayat ini dikemukakan oleh Ibnu Jarir yang mengetengahkan dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, “Hajjaj bin Amr, yakni sekutu dari Kaab bin Asyraf, Ibnu Abu Haqiq dan Qais bin Zaid telah mengadakan hubungan akrab dengan beberapa orang Ansar untuk menggoyahkan mereka dari agama mereka, maka kata Rifaah bin Munzir, Abdullah bin Jubair dan Saad bin Hatsmah kepada orang-orang Ansar itu, ‘Jauhilah orang-orang Yahudi itu dan hindarilah hubungan erat dengan mereka agar kamu tidak terpengaruh dari agamamu!’

Pada mulanya mereka tidak mengindahkan nasihat itu, maka Allah pun menurunkan terhadap mereka, ‘Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘….dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu’.” (QS Ali Imran: 28-29)

Interpretasi Para Mufasir

Dalam Tafsir As-sa’di disebutkan bahwa Imam As-Sa’di mengabarkan tentang luasnya ilmu Allah, khususnya terhadap apa yang ada di dalam jiwa, dan secara umum terhadap apa yang ada di langit dan di bumi, serta tentang kesempurnaan kodrat-Nya (kekuasaan-Nya). Di dalamnya terdapat arahan untuk menyucikan hati dan senantiasa menghadirkan kesadaran akan ilmu Allah di setiap waktu. Dengan demikian, seorang hamba akan merasa malu kepada Tuhannya jika Dia melihat hatinya menjadi tempat bagi setiap pikiran yang buruk.

Sebaliknya, hendaknya ia menyibukkan pikirannya dengan hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, seperti: Mentadaburi ayat dari Al-Qur’an; Mempelajari sunnah dari hadis-hadis Rasulullah; Membayangkan atau mengkaji ilmu yang bermanfaat; Memikirkan makhluk-makhluk ciptaan Allah dan nikmat-nikmat-Nya; Memberi nasihat kepada sesama hamba Allah.

Sedangkan dalam Tafsir Al-Baghawi dijelaskan maksud ayat ini yaitu menampakkan kebesaran Allah bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang mereka niatkan di dalam hati, ucapkan dan perbuat.

Al-Kalbi berpendapat: Jika kalian menyembunyikan pendustaan terhadap Rasulullah SAW di dalam hati, atau kalian menampakkannya dengan cara memusuhi dan memerangi beliau, maka Allah mengetahuinya dan mencatatnya bagi kalian hingga Dia membalasnya kelak.

Maknanya: Jika tidak ada sesuatu pun di langit maupun di bumi yang tersembunyi bagi-Nya, maka bagaimana mungkin keberpihakan kalian kepada orang kafir serta kecenderungan hati kalian kepada mereka tidak bisa tersembunyi dari-Nya.

Ayat ini menegaskan bahwa Allah mengetahui segala rahasia hati manusia. Jika alam semesta yang luas saja terpantau, apalagi sekadar isi hati manusia, makhluk-Nya.

Sementara itu dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, Allah SWT memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia mengetahui segala rahasia, apa yang terbesit dalam hati, maupun apa yang tampak. Tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi bagi-Nya. Bahkan, ilmu-Nya meliputi mereka dalam segala keadaan, setiap waktu, setiap saat, dan seluruh masa. Dia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi; tidak ada yang luput dari-Nya seberat zarah (partikel terkecil) pun, bahkan yang lebih kecil dari itu di seluruh penjuru bumi, lautan, maupun pegunungan.

Dia mengetahui segala apa yang ada di langit dan di bumi dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, artinya kekuasaan-Nya berlaku mutlak atas semua hal.

Dalam Tafsir Ath-Thabari disebutkan bahwa Imam Abu Ja’far menjelaskan maksud dari firman Allah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu” berupa kesetiaan (loyalitas) kepada orang kafir lalu kamu merahasiakannya, “atau kamu melahirkannya” dari dalam dirimu melalui lisan maupun perbuatanmu lalu kamu menampakkannya, “niscaya Allah mengetahuinya” dan hal itu tidak tersembunyi bagi-Nya.

Maksudnya: Janganlah kamu menyimpan rasa cinta kepada mereka dan jangan pula menampakkan kesetiaan kepada mereka, karena kamu akan ditimpa hukuman dari Tuhanmu yang tidak akan sanggup kamu tanggung. Sebab, Dia mengetahui rahasia maupun terang-teranganmu, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dia mencatatnya untukmu hingga Dia membalasmu, kebaikan dengan kebaikan, dan keburukan dengan yang serupa dengannya.

Inti Reflektif

Surat Ali Imran ayat 29 menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala isi hati manusia, sehingga niat menjadi pusat energi spiritual yang menentukan nilai moral setiap perbuatan. Niat yang dilandasi keikhlasan dan kesadaran ilahiah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membentuk kejernihan batin yang menumbuhkan empati sejati dalam relasi sosial.

Empati lahir bukan semata dari kecerdasan intelektual, melainkan dari niat yang bersih dan orientasi mencari ridha Allah, yang mendorong sikap kasih sayang, keadilan, dan kepedulian secara autentik. Dengan demikian, pembinaan niat menjadi fondasi penting dalam membangun pribadi yang matang secara spiritual dan sosial, sehingga empati tampil sebagai wujud nyata dari iman yang hidup.

Nilai-nilai Pedagogis

Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 29 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia. Pertama, Nilai Kejujuran dan Integritas (Self-Awareness). Ayat ini menegaskan bahwa baik kita menyembunyikan sesuatu di dalam hati atau menampakkannya, Allah tetap mengetahuinya.

Karena itu guru dan orang tua harus mendidik peserta didik untuk memiliki integritas dan kejujuran. Kejujuran bukan hanya soal apa yang diucapkan, tetapi juga kesesuaian antara niat di hati dengan tindakan, agar kelak mereka menjadi pribadi yang shalih dan taat serta menjauhi dusta dan tidak meninggalkan amanah.

Kedua, Nilai Tauhid dan Keimanan. Ayat ini menekankan pada sifat Al-‘Alim (Maha Mengetahui) dan Al-Qadir (Mahakuasa). Ayat ini menanamkan kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam pengawasan Allah (Muraqabah). Dalam dunia pendidikan, hal ini menciptakan disiplin diri yang tinggi karena seseorang merasa diawasi oleh Tuhan, bukan hanya oleh guru atau CCTV.

Ketiga, Nilai Berpikir Saintifik dan Luas. Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi sehingga mengajak manusia untuk merenungi luasnya ilmu pengetahuan. Ayat ini mendorong semangat untuk mengeksplorasi alam semesta (sains). Demikian guru harus mengajarkan anak untuk tafakkur atas segala apa yang Allah ciptakan agar mereka bertambah keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT.

Keempat, Nilai Tanggung Jawab (Akuntabilitas). Dalam ayat ini Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, setiap tindakan manusia memiliki konsekuensi sehingga harus ada pertanggungjawaban.

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap pilihan yang diambil dalam proses belajar maupun kehidupan akan dipertanggungjawabkan. Hal ini mendidik individu untuk berpikir matang sebelum bertindak.

Landasan Teoretis

Niat secara bahasa berarti al-qashdu (keinginan). Sedangkan niat secara istilah syar’i, yang dimaksud adalah berazam (berkehendak) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah. Letak niat di dalam batin (hati).

Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ah Al-Fatawa mengatakan,“Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama.”

Niat merupakan salah satu elemen paling penting dalam setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim. Dalam Islam, setiap amal perbuatan, baik itu ibadah mahdhah (seperti shalat, puasa, zakat) maupun ibadah sosial (seperti sedekah), harus didasari oleh niat yang ikhlas, karena setiap amal tergantung dengan niatnya.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ.

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Syekh Abdurrahman dalam kitab Al-Fawaa`id al-Mustanbathah min al-‘Arba’iin al-Nawawiyyah menyebutkan ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini: 1) Setiap amal yang tidak dilatari niat, maka tidak berkonsekuensi hukum, 2) Setiap ibadah dipersyarati niat, 3) Seorang hanya akan mendapatkan buah dari amal sesuai dengan yang diniatkan sejak awal, 4) Wajib ikhlas beramal hanya untuk Allah semata, 5) Diharamkan beramal untuk kepentingan selain Allah.

Niat merupakan syarat sah diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala). Oleh karena itu, kita harus meluruskan niat karena Allah, bukan karena pujian manusia atau mendapatkan dunia.

Niat sebagai energi spiritual berperan vital menumbuhkan empati, ikhlas, simpati, kasih sayang, peduli, dan memotivasi untuk senang membantu orang lain dalam mewujudkan solidaritas sosial dalam rangka ibadah kepada Allah SWT dan mensyukuri segala nikmat yang sudah diberikan.

Niat yang baik, tulus, dan ikhlas akan melahirkan energi positif yang dahsyat. Seseorang yang bekerja dengan niat ikhlas tidak akan pernah merasa lelah, kecewa, dan frustrasi. Demikian saat menolong orang yang ada tumbuh rasa persaudaraan dan mengharapkan ridha Allah serta balasan dari Allah SWT.

Sebaliknya, niat yang buruk dan tidak ikhlas akan menyedot energi dan memancarkan fibrasi negatif sehingga orang lain juga merasakan energi negatifnya serta dia enggan menolong saudaranya yang kesusahan dan memerlukan bantuan.

Dalam Islam, empati dikenal sebagai “ta’awun” yang berarti saling menolong, saling memahami, dan saling peduli terhadap sesama. Empati dalam Islam melibatkan beberapa aspek penting yaitu belas kasihan terhadap sesama. Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki belas kasihan dan perasaan simpati terhadap kesulitan, penderitaan, atau kebutuhan orang lain. Rasulullah Muhammad SAW sendiri merupakan contoh utama empati dalam tindakan dan perilakunya.

Peran niat dalam mewujudkan empati sangat fundamental; niat membentuk landasan bahwa empati bukan sekadar perasaan, tapi tindakan tulus karena ingin memahami dan membantu orang lain secara ikhlas, dan mendorong kita untuk benar-benar “merasakan” apa yang orang lain rasakan, menjadikannya ibadah yang bernilai dan berbuah pahala dari Allah SWT.

Niat yang baik sudah Allah catat kebaikannya. Adapun niat yang buruk, Allah akan menulis keburukannya saat dia melakukan keburukan yang sudah dia niatkan. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً ، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، لَـمْ تُكْتَبْ شَيْئًا فَإِنْ عَمِلَهَا ، كُتِبَتْ سَيِّـئَةً وَاحِدَةً.

“Barangsiapa menginginkan kebaikan kemudian tidak mengerjakannya, maka satu kebaikan ditulis untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, maka sepuluh kebaikan ditulis baginya. Dan barangsiapa menginginkan kesalahan kemudian tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis apa-apa baginya. Jika ia mengerjakan kesalahan tersebut, maka ditulis satu kesalahan baginya.” (HR Muslim No. 162)

Menjaga peran niat berarti memastikan setiap tindakan, terutama ibadah, diniatkan ikhlas karena Allah semata, bukan untuk pujian atau tujuan duniawi, dengan cara memperbarui niat secara berkala, banyak berzikir, introspeksi, dan fokus pada proses, karena niat penentu nilai amal dan pembeda antara ibadah dengan kebiasaan. Caranya, meniatkan karena Allah di awal, meluruskannya di tengah, dan mengevaluasinya di akhir kegiatan, serta membersihkan diri dari riya.

Bila seseorang memahami pentingnya niat, maka cara ikhlas karena Allah akan terasa lebih mudah dilakukan sebagai energi spiritual dalam ketaatan kepada Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, cara ikhlas karena Allah bisa diterapkan mulai dari hal-hal sederhana, seperti membantu tetangga, bekerja, hingga menuntut ilmu. Semua itu akan bernilai ibadah bila niatnya benar karena Allah.

Niat sebagai Energi Spiritual

Lalu bagaimana menjaga niat agar berperan sebagai energi spiritual dalam menumbuhkan empati? Pertama, selalu berniat dan berbuat kebaikan karena Allah serta menjauhi niat dan perbuatan buruk yang merugikan yang akan mendatangkan balasan yang setimpal. Allah SWT berfirman:

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

“Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).” (QS Al-An’am: 160)

Kedua, senantiasa menolong saudaranya karena Allah. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS Al-Ma’idah: 2)

Ketiga, senantiasa berdoa untuk diri kita, keluarga senasab dan seagama. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

“Dan, orang-orang yang berkata, ‘Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa’.” (QS Al-Furqan: 74)

Keempat, senantiasa ikhlas dan memurnikan niat dalam menolong siapapun. Allah SWT berfirman:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

“Mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istiqamah), melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).” (QS Al-Bayyinah: 5)

Kelima, menjauhi segala penyakit hati yang merusak niat dan amal shalih serta menjaga persaudaraan, dan jangan menyakiti. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًاۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.” (QS Al-Baqarah: 264)

Kisah Teladan

Dikisahkan dalam kitab “al-Majalis as-Saniyyah” karya Syaikh Ahmad ibn asy-Syaikh Hijazi al-Fasyani RA, ada seorang shalih yang sakit, lalu ada saudara-saudaranya yang menjenguknya. Kemudian orang shalih itu berkata, “Niatilah haji, beribadah dan berbagai macam kebaikan bersamaku!” Maka mereka berkata, “Bagaimana mungkin sedangkan kamu sedang sakit begini?” Orang shalih itu menjawab, “Apabia aku masih hidup maka kalian akan bersamaku, tetapi jika aku mati maka aku sudah mendapat pahala niat.”

Dikisahkan pula bahwa Imam al-Muhajir as-Sayyid Ahmad ibn Isa ibn Muhammad iba Ali ibn Imam Ja’far ash-Shaddiq radhiyallahu ‘anhum ketika melihat tersebarnya bid’ah, hawa nafsu merajalela dan banyaknya perselisihan di Irak, beliau pindah dari negara tersebut. Kemudian berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan selalu meninggalkan manfaat hingga sampai di kota Hadramaut sampai beliau wafat.

Kemudian Allah memberi keberkahan yang melimpah hingga muncul suatu golongan yang masyhur dengan ilmu, ibadah, kewalian dan ma’rifah. Ini berkah dari niat beliau yang senantiasa ingin menyelamatkan agama.

Kisah ini mengajarkan kita agar menganjurkan untuk “selalu” punya niat baik, bersyukur dan prasangka baik. Sehingga menjadi kenyataan dari apa  yang kita niatkan, ucapkan dan usahakan.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaha: 25-28)   []

Tags: EmpatiEnergi SpiritualNiat
Share48Tweet30Send
Previous Post

Hadlonah Darussalam Sukses Gelar Seminar Parenting Sasar Ribuan Peserta

Next Post

150 Santri Al-Ittifaqiah Indralaya Lanjutkan Studi ke Al-Azhar Mesir

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result