Depok, Gontorneews — Ahad (25/1/202) malam, tokoh nasional Anies Baswedan tanpa diduga berkunjung ke Ma’had Madinatul Qur’an Putri Depok, sebagai tamu kehormatan H Abdul Sattar selaku penasihat Yayasan Madinatul Qur’an Depok. Ia datang setelah bertakziyah ke rumah duka Almarhum H Affandi bin H Abdul Hamid Mollah, ayah Abdul Sattar.
Setelah bertakziyah dari rumah duka, Sattar mengajak salah satu tokoh nasional di Indonesia itu, berkunjung ke ma’had putri dengan ditemani oleh beberapa pengurus yayasan MQ Depok dan juga timnya.
Sebagai tokoh nasional, Anies pernah terpilih menjadi rektor termuda di Universitas Paramadina Jakarta (2007-2015), lalu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2014-2016, dan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Kehadiran Abdul Sattar serta Anies Baswedan menjadi suatu kehormatan bagi keluarga besar ma’had putri MQ, yang membuat para mahasatriwati sangat bersemangat untuk menyambutnya. Dan mereka tidak lupa mengabadikan momen yang sangat bersejarah itu dengan foto bersama di halaman ma’had putri.
Setelah itu, di tengah para mahasantriwati berbincang-bincang dengan Anies dan Sattar sekadar menanyakan asal daerah, salah satu mahasantriwati, Annura Lathifah Zahira angkatan 06 menyapa Anies dengan tujuan untuk bertanya. “Abah..abah.. masih ada tidak harapan untuk Indonesia bagi kami sebagai santri?” ucapnya dengan penuh harapan.
Anies mendengarkan dengan seksama dengan raut wajah yang berseri-seri, kemudian menjawab, “Masih punya harapan, in syaa Allah,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Dilanjut dengan pertanyaan berikutnya, “Apa motivasi buat kita Pak Anies, biar kita gak down melihat berita-berita tentang Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja, apalagi kita ini di pondok gak tau kabar-kabar di luar?” ucapnya dengan polos.
Kemudian Anies menjawab, “Sesulit-sulitnya apapun yang kita hadapi, pasti sudah pernah ada yang mengalaminya dan kita bukan yang pertama. Kalau yang sebelumnya bisa, in syaa Allah kalian pun akan bisa,” ujarnya dengan penuh wibawa.
H Abdul Sattar pun menambahkan, “Albert Einstein pernah bilang, kalau pelajaran di sekolah itu hanya informasi. Jadi pengalaman kamu adalah ilmu pengetahuan, makanya kita harus belajar sejarah supaya bisa ambil ilmu pengetahuan dan pengalaman dari orang, dari tokoh pahlawan semua, juga dari yang Pak Anies alami kita ambil yang baiknya untuk menjadi rujukan langkah-langkah dan keputusan kita melangkah ke depan,” ucapnya panjang lebar dengan bijak.
“Tetap semangat ya kalian,” sambung Sattar dengan tegas.
Lalu ucapan terima kasih dari Anies karena sudah menyambut kedatangannya dengan hangat, “Terima kasih sudah menyambut, salam buat keluarga ya,” tuturnya dengan penuh kehangatan. Diiringi sahut-menyahut mahasantriwati sambil tersenyum dan berseru, “Capres dan Cawapres, fii amanillah Abah dan Babeh. Abah selalu jadi orang baik ya….”
Besar harapan mereka setelah bertemu dengan orang-orang hebat seperti Anies Baswedan menjadi semangat baru untuk terus melanjutkan perjuangan-perjuangan di Indonesia dengan tidak menghilangkan identitasnya sebagai penghafal Qur’an maupun sebagai rakyat yang cinta Tanah Air. []


















