15
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Musa vs Fir‘aun: Strategi Ilahiah di Balik Pengulangan Tujuh Puluh Kali dalam Al-Qur’an

Oleh Dr KH Ikhwan Hadiyyin, Khadimul Ma'had Darel Azhar Rangkasbitung, Banten

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri by [[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri
3 March 2026
in Kolom
0
Bila Hidupmu Lillāh, Segalanya Akan Mudah

Mukadimah

Di antara seluruh kisah kenabian dalam Al-Qur’an, narasi tentang Musa yang paling dominan. Konfrontasinya dengan Fir’aun disebut dalam banyak surat dengan berbagai variasi redaksi dan penekanan. Para ulama tafsir menyebut bahwa fragmen kisah ini muncul hingga puluhan kali dalam Al-Qur’an.

Pengulangan tersebut bukan sekadar pengulangan sejarah. Al-Qur’an bukan kitab kronologi, melainkan kitab hidayah. Maka setiap repetisi merupakan strategi ilahiah—cara Allah menanamkan nilai, membentuk kesadaran, dan membimbing peradaban.

Makalah ini berupaya membaca pengulangan kisah Musa dan Fir‘aun sebagai metode pendidikan Qur’ani, simbol konflik abadi, sekaligus refleksi sosial yang relevan sepanjang zaman.

BACA JUGA

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Dari Gontor ke Bulaksumur

Pengulangan sebagai Metode Pendidikan

Dalam teori komunikasi modern, pengulangan memperkuat memori dan memperdalam makna. Namun dalam Al-Qur’an, pengulangan bukan sekadar retorika—ia internalisasi nilai.

Menariknya, kisah Musa tidak pernah diulang secara identik. Setiap surat menampilkan sudut pandang berbeda: Ada yang menekankan dialog spiritual Musa; Ada yang menyoroti konfrontasi publik dengan Fir‘aun; Ada yang mengisahkan perjalanan hidupnya sejak bayi hingga menjadi rasul.

Metode ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an mendidik dengan pendekatan tematik, bukan kronologis. Pesan yang sama dihadirkan dalam suasana berbeda agar pembaca menangkap kedalaman makna dari berbagai sisi.

Dengan demikian, pengulangan merupakan strategi pendidikan ruhani: setiap kali dibaca, pesan tauhid dan keberanian moral kembali diperbarui.

Simbol Abadi: Tauhid vs Tirani

Secara teologis dan sosiologis, Musa dan Fir‘aun bukan sekadar dua tokoh sejarah Mesir kuno. Mereka merupakan simbol. Musa melambangkan wahyu, pembebasan, dan kepemimpinan berbasis iman. Sedangkan Fir‘aun melambangkan kesombongan kekuasaan dan tirani sistemik.

Fir‘aun tidak hanya mengaku sebagai tuhan, tetapi juga mengontrol opini publik, memanfaatkan elite kekuasaan, dan menindas kelompok lemah. Pola ini terus berulang dalam sejarah manusia.

Karena itu, pengulangan kisah ini menegaskan bahwa konflik antara kebenaran dan kesombongan merupakan konflik abadi. Di setiap zaman akan selalu ada nilai yang diperjuangkan dan kekuasaan yang menolak tunduk pada kebenaran.

Terapi Psikologis Perjuangan

Al-Qur’an menampilkan sisi manusiawi Musa: ia pernah merasa takut, gentar, bahkan memohon agar saudaranya mendampinginya. Ini pesan penting.

Perjuangan bukan jalan tanpa kegelisahan. Rasa takut bukan tanda kelemahan iman, tetapi bagian dari kemanusiaan. Yang membedakan seorang pejuang nilai yaitu tempat ia bersandar.

Pengulangan kisah Musa menjadi terapi psikologis bagi siapa pun yang menghadapi tekanan. Seakan Al-Qur’an mengajarkan: Jika Musa saja merasa cemas, maka kegelisahanmu wajar.

Namun seperti Musa pula, sandarkanlah dirimu kepada Allah.

Kritik terhadap Kekuasaan Absolut

Fir‘aun dalam Al-Qur’an merupakan prototipe penguasa otoriter: Mengklaim kebenaran Tunggal; Menggunakan propaganda untuk mempertahankan kuasa; Memecah belah rakyat; Menindas kelompok lemah.

Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi kritik sosial-politik yang universal. Pengulangan kisah ini membangun kesadaran kritis bahwa kekuasaan tanpa tauhid dan moralitas akan berakhir dengan kehancuran.

Pola akhirnya selalu sama: Fir‘aun tenggelam, Musa diselamatkan.

Sejarah dalam Al-Qur’an selalu berpihak pada nilai, bukan pada kekuasaan.

Optimisme dan Relevansi Kontemporer

Hampir setiap fragmen kisah Musa berujung pada kemenangan moral. Bahkan ketika Bani Israil terpojok di tepi laut, pertolongan Allah datang dengan cara yang tak terduga.

Pesan ini menanamkan optimisme peradaban: Kebenaran mungkin tertunda, tetapi tidak pernah kalah.

Dalam konteks modern, “Fir‘aun” bisa hadir dalam bentuk kesombongan sistem, hegemoni ekonomi, manipulasi kekuasaan, bahkan ego pribadi. Sementara “Musa” hadir dalam integritas, keberanian moral, dan kepemimpinan berbasis nilai.

Karena manusia mudah lupa dan kekuasaan mudah membutakan, maka kisah ini diulang berkali-kali—agar kesadaran tauhid terus diperbarui.

Ihtitam

Pengulangan kisah Musa dan Fir‘aun dalam Al-Qur’an merupakan strategi ilahiah yang sarat makna. Ia berfungsi sebagai: Metode pendidikan nilai yang mendalam, simbol konflik abadi antara tauhid dan tirani; Terapi psikologis bagi para pejuang kebenaran; Kritik sosial terhadap kekuasaan absolut; Sumber optimisme bagi peradaban.

Semakin sering kisah ini dibaca, semakin jelas bahwa ia bukan sekadar sejarah. Ia cermin bagi setiap individu dan masyarakat.

Maka pertanyaan reflektifnya bukan lagi: Mengapa kisah ini diulang?

Di manakah posisi kita hari ini? —di barisan Musa yang membawa nilai tauhid, atau tanpa sadar menumbuhkan benih Fir‘aunisme dalam diri yang tirani? Wallahu A’lam bissawab. []

DA 24 Februari 2025

Tags: Fir'aunMusaPendidikan
Share16Tweet10Send
Previous Post

UDN Hadiri Kajian Prof Said Aqil Siroj: Sekjen Kemenag Dorong Santri Kuasai Ilmu Kebangsaan dan Melek Digital

Next Post

Din Syamsuddin: Kematian Ali Khamenei Jadi Amunisi Baru bagi Iran Hancurkan Israel dan AS

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result