Bandung, Gontornews — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Barat bersama Sakinah Finance menggelar Talkshow Sharia Economic Forum: Money Talk bertajuk “Harta Berkah, Hati Bersih, dan Hidup Bahagia” di Atrium Trans Studio Mall Bandung.
Acara ini dimeriahkan bersama Pameran UMKM terbesar Sunda Karsa Fest – Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2026 yang diselenggarakan pada 26–28 Juni 2026 di Trans Convention Centre (TCC) & Trans Studio Mall (TSM) Bandung. Acara ini menghadirkan 260 booth pilihan dari 27 kabupaten/kota.
Talkshow Money Talk yang dimoderatori Ghaida Tsurayya, Muslimah Influencer menghadirkan Murniati Mukhlisin selaku Founder Sakinah Finance sekaligus Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Islam Tazkia, serta Citra Olevelove, Influencer & Entrepreneur.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 lebih peserta dari berbagai kalangan. Dalam paparannya, Murniati Mukhlisin menjelaskan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berbicara mengenai bisnis, gaji, maupun investasi, tetapi juga bagaimana harta dapat menjadi sarana menghadirkan keberkahan melalui kepedulian sosial.
Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari masyarakat dengan memperkuat ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, serta mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Menurutnya, Bank Indonesia turut berperan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah melalui pemberdayaan pesantren, UMKM, hingga penguatan literasi keuangan syariah.
“Ekonomi syariah mengajarkan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga sejauh mana harta tersebut membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Ketika ekonomi lokal tumbuh, keberkahan akan dirasakan lebih luas,” ujar Murniati.
Dalam sesi diskusi, ia juga mengangkat fenomena lipstick effect, yaitu kecenderungan seseorang tetap membeli barang-barang konsumtif bernilai kecil, seperti kosmetik atau produk gaya hidup, saat kondisi ekonomi sedang sulit sebagai bentuk reward bagi diri sendiri. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu diimbangi dengan self-control agar tidak mengganggu prioritas keuangan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Elvira mengajukan pertanyaan mengenai cara menentukan financial goals yang sehat agar tidak terjebak fenomena FOMO akibat pengaruh media sosial. Menjawab hal tersebut, Murniati menegaskan bahwa tujuan keuangan harus dibuat spesifik, misalnya untuk biaya pendidikan, membeli rumah, atau pernikahan, sehingga investasi dilakukan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.
“Jangan membeli instrumen investasi hanya karena sedang viral. Kenali tujuan keuangan dan pahami instrumennya terlebih dahulu agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan,” jelas Murniati.
Sementara itu, Husnan bertanya mengenai cara menjaga konsistensi ketika menghadapi berbagai tantangan hidup. Menanggapi hal tersebut, Murniati membagikan tiga prinsip sederhana dalam menyelesaikan masalah dan membangun kebiasaan finansial yang sehat, yaitu memulai dari hal yang kecil, memulai dari hal yang mudah, serta memilih instrumen investasi yang benar-benar dipahami.
Pada kesempatan yang sama, Citra Olevelove membagikan kisah perjalanan hijrahnya dari dunia perbankan menuju dunia usaha yang lebih berorientasi pada keberkahan. Ia mengingatkan peserta agar tidak terjebak pada wealth euphoria atau sindrom “orang kaya baru” yang mendorong gaya hidup berlebihan.
“Yang perlu kita kejar bukan sekadar uang, tetapi value yang bisa kita ciptakan. Ketika bisnis bertumbuh, dampaknya juga harus dirasakan oleh masyarakat. Karena itu saya memiliki visi agar semakin banyak kebermanfaatan yang lahir, termasuk melalui zakat dalam skala besar untuk menggerakkan ekonomi umat,” ungkap Citra.
Melalui Sharia Economic Forum: Money Talk Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Sakinah Finance berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengelola keuangan secara bijak, membangun tujuan keuangan yang sehat, mengendalikan perilaku konsumtif, serta menjadikan ekonomi syariah sebagai fondasi dalam mewujudkan harta yang berkah, hati yang bersih, dan kehidupan yang lebih sejahtera. []























