Bogor, Gontornews – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insantama Leuwiliang menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “Menyatukan Visi, Menguatkan Kolaborasi, Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas dan Berkepribadian Islam.” Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik dan pengelola sekolah untuk menyusun program kerja serta strategi peningkatan mutu pendidikan pada tahun ajaran baru.
Raker dilaksanakan di dua lokasi. Hari pertama berlangsung di Legok Lauk, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, pada Selasa (7/7/2026). Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Aula Masjid Al-Haris SIT Insantama Leuwiliang selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (8–10 Juli 2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 50 guru SDIT Insantama Leuwiliang serta dihadiri jajaran pengurus Yayasan Amanah Insantama. Kehadiran seluruh unsur sekolah dan yayasan diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam merancang program pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Ketua Yayasan Amanah Insantama, Ir H Ahmad Soim, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan seluruh civitas sekolah dalam mengemban amanah pendidikan.
“Alhamdulillah kita bisa bersama-sama mengabdi untuk sekolah yang mempersiapkan anak-anak Muslim menjadi generasi para juara di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insantama Leuwiliang Kabupaten Bogor yang sudah memasuki usia 15 tahun. Di sekolah ini kita bisa berikhtiar dan terus berupaya memberikan amal terbaik kita, untuk dunia dan akhirat kita,” ujarnya.
Menurut Ustadz Ahmad Soim, rapat kerja tahun ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sekolah. Inovasi tersebut mencakup peningkatan kualitas pembelajaran di dalam maupun di luar kelas, penguatan program kesiswaan, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran keterampilan hidup (life skill), hingga pembinaan kepribadian Islam dan tsaqafah Islam melalui program tahsin serta tahfizh Al-Qur’an.
Selain itu, sekolah juga menargetkan penguatan kemampuan manajemen dan kepemimpinan siswa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Alumnus IPB University itu menambahkan bahwa keberhasilan berbagai inovasi tersebut membutuhkan dukungan transformasi digital di lingkungan sekolah.
“Untuk mendukung dan melaksanakan inovasi dalam pengelolaan sekolah tersebut tentu diperlukan kemampuan kita untuk mendigitalisasi kegiatan administrasi dan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan smart technology terbaru dan teknologi informasi yang positif bagi masa depan anak didik kita,” katanya.

Melalui rapat kerja ini, SDIT Insantama Leuwiliang berkomitmen memperkuat budaya kolaborasi di antara guru, manajemen sekolah, dan yayasan dalam mewujudkan sistem pendidikan yang unggul, adaptif, serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Memasuki usia ke-15 tahun, sekolah berharap mampu terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mencetak generasi Muslim yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital. []





















