pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 1 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Dari Santri Menjadi Guru: Transisi Identitas di Era Digital

Oleh Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah Jakarta

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 July 2026
in Kolom
0
Dari Santri Menjadi Guru: Transisi Identitas di Era Digital

Setiap tahun, pesantren melahirkan ratusan alumni yang siap mengabdi sebagai guru. Mereka produk kandung dari sistem pendidikan pesantren, telah menghafal kitab, memahami nilai, dan merasakan langsung dinamika kehidupan di pondok. Tapi menjadi guru bukanlah sekadar meneruskan apa yang telah diajarkan. Ia transisi identitas: dari santri yang “diatur” menjadi guru yang “mengatur.” Dari yang “diberi” menjadi yang “memberi.”

Di Darunnajah, 200 alumni baru tahun ini, mengikuti pembekalan untuk menghadapi transisi ini. Apa yang mereka pelajari? Dan mengapa ini penting bagi masa depan pendidikan Islam?

Dari Objek Menjadi Subjek

Selama bertahun-tahun di pesantren, para santri terbiasa menjadi objek pendidikan. Mereka menerima materi, mengikuti aturan, dan berada di bawah bimbingan para guru. Tapi ketika lulus dan kembali sebagai pengabdi, status mereka berubah 180 derajat. Mereka kini menjadi subjek yang mengajar, yang mengatur, yang menjadi teladan.

BACA JUGA

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Bermakna

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Perubahan ini tidak terjadi otomatis. Seorang alumni yang kemarin masih disiplin oleh guru, hari ini harus mendisiplinkan santri. Ia yang dulu terbiasa “diberi tahu,” kini harus “memberi tahu.” Ia yang dulu mengikuti jadwal, kini harus membuat jadwal.

Ini lompatan yang besar. Dan tanpa persiapan yang matang, lompatan ini bisa berakhir dengan kegagalan.

Tantangan di Era Digital

Tantangan semakin berat karena para guru baru ini merupakan generasi yang mengalami shock culture ganda. Mereka berasal dari lingkungan pesantren yang membatasi akses gadget dan internet, lalu tiba-tiba ditempatkan di lingkungan yang terpapar penuh dengan teknologi digital.

Di sinilah letak PR-nya, mereka yang selama bertahun-tahun hidup tanpa HP, kini harus menghadapi santri yang lahir dengan HP di tangan. Mereka yang terbiasa dengan dunia analog, kini harus bersaing dengan dunia digital yang tak terbendung. Mereka yang dulu “dilindungi” dari teknologi, kini harus mengajar dengan teknologi.

Pembekalan guru baru di Darunnajah menjawab tantangan ini dengan membekali para kader dengan literasi digital, etika bersosial media, dan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran. Bukan dengan melarang teknologi, tetapi dengan mengajarkan cara menggunakannya secara bijak.

Critical Thinking: Mantiq sebagai Kompas

Salah satu materi paling penting dalam pembekalan ini critical thinking. Para guru baru diajarkan untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi mengevaluasi, memverifikasi, dan mempertanyakan. Mereka diajarkan untuk mengenali logical fallacy, kekeliruan berpikir yang sering terjadi dalam diskusi dan perdebatan.

Mengapa ini penting? Karena seorang guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menularkan cara berpikir. Jika guru tidak bisa membedakan fakta dan opini, hoaks dan berita, maka santri akan tumbuh dengan pola pikir yang sama.

Darunnajah bahkan mengenalkan framework CRAAP Test (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose) untuk mengevaluasi informasi. Ini bekal yang sangat relevan di era banjir informasi seperti sekarang.

Guru Sebagai Pengasuh

Pembekalan juga menekankan bahwa guru di pesantren bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga pengasuh 24 jam. Mereka “orang tua kedua” bagi santri. Mereka harus hadir tidak hanya saat mengajar, tetapi juga saat piket malam, pendampingan kegiatan, dan bimbingan pribadi.

Ini tanggung jawab yang berat. Tapi inilah yang membedakan pendidikan pesantren dari sekolah umum. Di pesantren, pendidikan tidak berhenti di kelas. Ia berlangsung sepanjang waktu, di mana pun, dan dalam setiap interaksi.

Pengabdian sebagai Investasi

Pesan terakhir dari pembekalan ini, bahwa pengabdian bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari perjalanan yang lebih tinggi. Para guru baru didorong untuk terus belajar, bahkan sambil mengabdi. Mereka diberi akses ke Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta dan program-program pengembangan kompetensi.

Ini a pengakuan bahwa guru yang baik yaitu guru yang terus belajar. Dan Darunnajah, dengan sistem pesantren dan universitas yang terintegrasi, menawarkan jalur untuk itu. []

Tags: Era digitalUDNUniversitas Darunnajah
Share11Tweet7Send
Previous Post

Tiga Pilar Penting dalam Pengelolaan Pesantren: Mesin, Karoseri, dan Asesoris

Next Post

Meriahkan Milad ke-63 UNIDA Gontor, Siswa TK Se-Ponorogo Ikuti Lomba Mewarnai di Side Event Bazaar

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

29 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

29 August 2026
Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

0
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

0
Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

0
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

0
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

0
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

1 September 2026
Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

31 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

    © 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

    Banner Footer
    â–²
    • Home
    • News
      • Dunia
      • Nasional
      • Nusantara
    • Inspirasi
      • Sirah
      • Dakwah
      • Hidayah
      • Ihwal
      • Jejak
      • Sukses
      • Mujahid
      • Oase
    • Pendidikan
      • Virtual Tour Pesantren
      • Lembaga
      • Buku
      • Beasiswa
      • Risalah
      • Khazanah
      • Keluarga
    • Muamalah
      • Ekonomi
      • Peluang
      • Halal
      • Rihlah
      • Konsultasi
    • Tadabbur
      • Tafsir
      • Hadis
      • Dirasah
    • Values
      • Tausiah
      • Sikap
      • Mahfudzat
      • Kolom
      • Afkar
    • Saintek
      • Sains
      • Teknologi
      • Kesehatan
      • Lingkungan
    • Laput
      • #IBF2020
    • Wawancara
    • Gontoriana
      • Pondok
      • Trimurti
      • Risalah
      • Alumni
    • Berlangganan
    • MG Digital
    • Login
    No Result
    View All Result