Jakarta, Gontornews — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia, Dr H Tubagus Ace Hasan Syadzily, menegaskan peran penting Pesantren bagi pondasi pertahanan dan kebangsaan Indonesia. Ace bahkan menyebut pesantren bukan sekedar lembaga pendidikan agama semata melainkan juga pilar penting bagi kedaulatan negara.
“Pesantren adalah elemen yang sangat penting bagi Indonesia. Model seperti Gontor, yang mendidik santrinya secara holistik dengan wawasan kebangsaan adalah contoh bagaimana pendidikan agama bisa sejalan dengan kepentingan pertahanan nasional,” kata Ace saat menerima audiensi panitia Global Islamic Holistik Education Summit (GIHES) 2026 di Jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Rencananya, Ace dijadwalkan sebagai salah satu pembicara dalam acara yang diselenggarakan pada 5-6 September 2026 di Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Ia juga akan memaparkan nilai-nilai pertahanan di depan ratusan pimpinan dan lembaga pendidikan pesantren yang direncanakan hadir.
“Kami akan memaparkan tentang nilai-nilai pertahanan ini di depan kiai dan pimpinan lembaga pendidikan di GIHES nanti,” sambungnya.
Ace sendiri tercatat merupakan putra dari pendiri Pondok Pesantren Annizhomiyah Labuan Pandeglang, KH TB A Rafei Ali. Bahkan, dalam website pribadinya, ace-hasan.com, Ace hidup dan dibesarkan di lingkungan pesantren keluarganya dan melanjutkan pendidikan ke Pesantren Cipasung Tasikmalaya hingga Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.
Sebagai informasi, acara yang masuk dalam rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini rencananya akan diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta, 5-6 September 2026 mendatang.
Ketua Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, menegaskan kembali komitmen kebangsaan di lingkungan pesantren. Bahkan, komitmen kebangsaan PMDG diwujudkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza.
“Di Gontor, nilai kebangsaan sudah mendarah daging. Gontor telah menyanyikan lagu Indonesia Raya versi awal, 3 stanza sejak sebelum kemerdekaan,” ungkap Prof Hamid.
“Kami berharap melalui momentum GIHES ini, kerjasama dengan Lemhannas RI semakin erat. Dan ke depannya, para kiai pondok pesantren di seluruh Indonesia dapat berkesempatan mengikuti pendidikan resmi di Lemhannas untuk memperkuat wawasan kebangsaan,” tambahnya menutup. [Mohamad Deny Irawan]





















