Ponorogo, Gontornews — Pasangan suami istri (pasutri) alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ustadz Achmad Nuril Mahyudin MPd (alumnus 1989) dan Ustadzah Azhimatul Noor Bashari Diyanti SThI MA CNNLP CEH (alumnus Gontor 2000) telah berhasil mempersembahkan 100 sumur air bersih untuk masyarakat di pelosok dalam rangka membersamai peringatan 100 tahun Gontor.
Kepada Gontornews.com Ustadzah Noora (demikian sapaan akrabnya) menceritakan bahwa genap selesai 100 sumur atau sumur ke-100 sekitar dua pekan lalu.
Wakaf sumur itu pun dilaksanakan di pedusunan pelosok pinggiran hutan, perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, yakni di pelosok Ngawi, Sragen, Grobogan, perbatasan Ngawi – Bojonegoro, perbatasan Magetan, pinggiran Jember, juga pinggiran Bondowoso.
Ia menyebutkan bahwa pada akhir tahun 2025 pembangunan sumur baru mencapai 86 sumur. Padahal rata-rata pembangunan sumur di tengah program pemberdayaan yang lain ialah empat sampai lima sumur saja. Berarti untuk mencapai 100 sumur, masih kurang 14 sumur lagi.
“Alhamdulillaah, maa syaa Allah tabarakallah, ini semua karena kuasa Allah semata, terasa sekali pertolongan demi pertolongan Allah dalam menggenapi hingga sumur ke-100 ini,” ucap Ustadzah Noora.
Ternyata benar, sambung Muslimah cantik tersebut, jika sudah bertekad kuat, menolong umat, Allah juga akan menolong serta membuka jalan-jalan yang tak disangka-sangka di sepanjang Medan perjuangan. Benar sekali rasanya, bait mahfuzhat, idza shadaqal ‘azmu wadhahas sabiilu. Juga ayat yang jadi semakin terasa menggetarkan, alladzina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa.
“Bahkan baru saja, kami menyelesaikan lagi sumur yg ke 101, kami niatkan ini demi menyongsong 1000 sumur, abad kedua Gontor dan 1000 tahun Gontor. Demi menyambut kebangkitan Peradaban Islam,” terang sang motivator trainer tersebut.
Sementara ini, masih ada sembilan antrean sumur di pelosok. “Apalagi di musim kemarau panjang ini, kami pending dulu, masih recovery dana dulu,” tambah Ustadzah Noora. Rencananya menunggu selesai Reuni Akbar Alumni Gontor, keduanya baru akan balik ke Bogor untuk mengumpulkan rezeki dulu dan aktif usaha serta bekerja lagi.
Ustadz Nuril dan Ustadzah Noora keduanya merupakan inspirator umat yang dengan sepenuh jiwa, raga dan hartanya mengabdikan diri memperjuangkan kebahagiaan masyarakat di pedalaman.
Langkah bakti sosial ini pun sudah dimulai terlebih dulu oleh Ust. Nuril sejak lulus dari Gontor tahun 1989 atau sekitar 37 tahun lalu. Setelah menikah dengan Ustdzh. Noora yakni tahun 2016, sang istri kemudian ikut membersamai suami untuk terjun dalam kegiatan-kegiatan mulia yang telah digeluti sebelumnya.
“Jadi selama 20 tahun, Ustadz Nuril telah mencicil pembangunan sumur dan diselingi pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) di 132 lokal, beberapa madrasah serta mushalla, beberapa tembok penahan longsor, akses jalan, dan lain-lain. [Edithya Miranti]
























