Doha, Gontornews — Ismail Haniya (54) terpilih sebagai pemimpin baru biro politik Hamas. Pengumuman pada hari Sabtu (6/5) itu, hanya beberapa hari setelah Hamas menyatakan sikap yang lebih moderat terhadap Israel.
Khaled Meshaal, pendahulu Haniya sebagai pemimpin sayap politik gerakan tersebut, membenarkan peralihan kekuasaan itu kepada Aljazeera.
“Saya ingin mengumumkan bahwa dewan baru telah memilih Abu al-Abed, saudaraku Ismail Haniya, presiden biro politik gerakan tersebut,” kata Meshaal, yang telah memimpin sayap politik selama 10 tahun terakhir, dalam sebuah pernyataan.
“Kepemimpinan baru akan mengumumkan nama lain pada waktu yang tepat. Gerakan tersebut memberkati pemilihan yang terjadi dengan cara konsultatif dan demokratis, yang homogen yang menunjukkan kesatuan gerakan,” ujarnya seperti dikutip Aljazeera.
Haniya (54), diperkirakan akan tetap berada di Jalur Gaza, wilayah Palestina yang dikelola oleh Hamas sejak 2007. Tidak seperti Meshaal yang tinggal di pengasingan di ibukota Qatar, Doha. Meshaal menjawab sebagai pemimpin Hamas selama dua periode. [Rusdiono Mukri]




















