Jakarta, Gontornews — Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan, membunuh satu nyawa tanpa dasar yang hak sama dengan membunuh semua manusia.
Namun sebaliknya, kata UBN, menjaga satu nyawa agar tak melayang sama dengan menjaga seluruh nyawa yang hidup.
βAtas adanya nyawa yang hilang dan ada yang terluka, kita semua berduka sebagai sesama Muslim dan sesama anak bangsa, ada keluarga mereka yang kehilangan dan kerabat mereka yang berduka,β ujarnya.
“Berlaku empatik adalah sikap bijaksana sebagai sesama anak bangsa dan menjaga diri agar tidak menyesatkan opini atau tergiring kepada opini sesat adalah bentuk lain dari sikap empatik,” ucapnya.
UBN meminta kepada aparat hukum dan keamanan agar bertindak tegas, tanpa ragu sedikitpun dalam menjalankan tugasnya namun harus berlaku adil dan profesional dalam memecahkan kasus bom bunuh diri ini. Selain itu juga menghindari kesan penyudutan kelompok agama tertentu dalam merilis berita atau menyebarkan informasi khususnya agama Islam yang selama ini direkayasa dan diidentikkan sebagai agama teroris.
Menurutnya, peristiwa mengenaskan yang telah menghilangkan nyawa dan menimbulkan korban ini bukanlah lelucon yang boleh dijadikan mainan untuk kepentingan apapun.
“Semoga dalang di balik tindakan biadab ini segera tertangkap dan dihukum dengan hukuman berat. Jauhkan politisasi kasus ini untuk kepentingan politik sesaat karena akan menambah kerugian dan kerusakan serta dendam yang tak berkesudahan,” pungkasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]





















