Surabaya, Gontornews – Minat mahasiswa Indonesia untuk kuliah program sarjana (S1) di Timur Tengah (Timteng) tidak surut kendati wilayah itu penuh konflik. Ini terbukti dengan membludaknya peserta Ujian Seleksi Beasiswa dan Non Beasiswa program S1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri Timur Tengah tahun 2017.
Seperti dirilis kemenag.go.id, sebanyak 5.942 peserta mengikuti Ujian Seleksi Beasiswa dan Non Beasiswa program S1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri Timur Tengah tahun 2017. Seleksi digelar hari ini, Kamis (25/5), serentak di 12 lokasi ujian.
Di lokasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ujian diikuti 1961 peserta. Lokasi lainnya diikuti peserta kurang dari seribu orang.
Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Abd A’la mengatakan, di kampus ini ujian diikuti 207 peserta. Sedangkan peserta yang tidak hadir ada 90 orang.
“Semangat dan antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah sangat tinggi,” terang Abd A’la ketika meninjau seleksi di Surabaya.
“Kami mengapresiasi semangat peserta ujian yang terus berjuang demi mendapatkan cita-cita walaupun ada juga yang sedang dalam kondisi kurang sehat,” ungkapnya.
Materi ujian seleksi terdiri dari ujian tulis berbahasa Arab dengan materi pemahanan teks bahasa Arab dan pengetahuan agama Islam. Selain itu, ada ujian lisan dengan materi percakapan, terjemah dan hafalan/bacaan al-Qur’an minimal 2 juz.
Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Nizar Ali mengatakan, program ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemerintah Indonesia dengan keempat negara tujuan: Mesir, Maroko, Sudan, dan Lebanon.
Menurutnya, minat calon mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di Timur Tengah terus mengalami peningkatan.
“Jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Nizar dalam rilisnya.
Hasil seleksi ujian ini akan diumumkan oleh Kementerian Agama pada 6 Juni 2017 melalui website www.diktis.kemenag.go.id. [Rusdiono Mukri]




















