Yerusalem, Gontornews — Di bulan Ramadhan ini, polisi Israel menyerbu kompleks Masjid al-Aqsha di Yerusalem pada hari Ahad (18/6) pagi, tepat setelah jamaah umat Islam memprotes kunjungan provokatif oleh sekelompok pemukim Yahudi ke tempat suci Islam.
Polisi Israel dilaporkan menyerang dengan gas air mata dan tabung gas beracun kepada para jamaah umat Muslim yang melakukan demontrasi serta menyerang mereka dengan tongkat. Direktur Masjid al-Aqsha, Omar al-Kiswani, dilaporkan terluka di kepala terkena serangan polisi Israel.
Koresponden dan saksi WAFA yang dikutip Miβraj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, pasukan polisi khusus mengejar para jamaah yang tengah beribadah kemudian melakukan pemblokiran pada bangunan masjid di bagian selatan. Polisi juga menaiki atap gedung dan memecahkan kaca jendela bangunan bersejarah itu untuk mengawasi para jamaah yang sedang beribadah di dalam masjid tersebut.
Polisi juga menyerang para jamaah dengan tabung gas air mata, sehingga banyak jamaah yang lemas dan pingsan.
Sementara itu, polisi Israel juga melarang masuknya jamaah Muslim di bawah usia 30 tahun berkunjung ke tempat suci tersebut.
Kompleks Masjid al-Aqsha sangat suci bagi umat Islam dan dipandang sebagai situs tersuci ketiga di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur β di mana Al-Aqsha berada β sejak Perang Arab-Israel 1967. Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai modal βabadi dan tak terbagiβ Β [Fathurroji]





















