Orlando, Gontornews – Para pemimpin dunia mengutuk keras tragedi penembakan di Orlando, Amerika Serikat. Ahad (12/6) dini hari terjadi penembakan di sebuah klab malam gay di Orlando, Florida, yang menewaskan 50 orang dan melukai setidaknya 53 lebih.
Presiden AS Barack Obama mengatakan Amerika berduka atas tragedi ‘pembantaian’ mengerikan puluhan orang yang tidak bersalah.
“Meskipun masih dalam penyelidikan, kita cukup untuk mengatakan bahwa ini adalah aksi teror dan tindakan kebencian,” katanya dalam pidato televisi pada hari Ahad sebagaimana dirilis Al Jazeera.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga mengutuk serangan itu. “Kami mengucapkan bela sungkawa terdalam untuk keluarga korban,†ujarnya.
Sementara dari Inggris, Walikota London, Sadiq Khan, dalam akun tweeter menulis, “Aku berdiri bersama Kota Orlando melawan kebencian dan kefanatikan.â€
Dari Vatikan, Paus Francis menyatakan empati dan perasaan terdalam terhadap para korban. “Paus mengecam pembunuh dan kebencian yang tidak masuk akal,” ujar Pendeta Federico Lombardi, juru bicara Vatikan.
Francis juga menawarkan “doa dan kasih sayang” kepada mereka yang terkena serangan.
Sedangkan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, “Eropa berduka atas korban penembakan Orlando.”
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut serangan itu sebagai aksi teror domestik.
Dan Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek, mengutuk serangan itu dan menyebutnya sebagai “serangan teroris yang mengerikan”.
“Terorisme tidak mengenal agama, keyakinan atau ras,†paparnya. [Rusdiono Mukri]























