Veljby, Gontornews.com – Sejumlah alumni Gontor yang tinggal di Eropa sepakat untuk membentuk Ikatan Alumni Pondok Modern (IKPM) Cabang Eropa sekaligus mendeklarasikan ‘Deklarasi Vejby’ dengan tema ‘Dari Gontor untuk Dunia’.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam acara reuni dan halal bi halal alumni pondok modern Darussalam Gontor yang berada di Vejby, Denmark (22-24/7).
Acara yang dihadiri perwakilan alumni Gontor dari beberapa Negara seperti Belgia, Jerman, Belanda, Hongaria dan Denmark tersebut diadakan dalam rangka perayaan ulang tahun 90 tahun Gontor.
Bagi para alumni Gontor, terbentuknya IKPM di Eropa merupakan kebutuhan. Terlebih, tidak sedikit alumni Gontor yang meneruskan belajar di benua Eropa seperti Belanda ataupun Jerman.
Berkenan hadir dan membuka dalam acara ini, Duta besar RI untuk kerajaan Denmark dan Lithuania, Muhammad Ibnu Said. Dalam sambutannya, Ibnu Said mengapresiasi kiprah alumni Gontor di masyarakat tak terkecuali yang berada di Eropa.
Ibnu Said menambahkan bahwa alumni Gontor harus menebarkan pesan damai islam di tanah Eropa dan mengambil peran sebagai perekat umat.
Dalam kesempatan yang sama, alumni Gontor bersepakat untuk membentuk Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Eropa sekaligus mempromosikan deklarasi Vejby dengan tema dari “Gontor untuk Dunia”
Deklarasi Vebjy menyatakan, alumni Gontor di Eropa berkomitmen untuk: mempromosikan Islam rahmatan lil alamin kepada masyarakat di Eropa; membantu alumni Gontor dan warga Indonesia lainnya yang berkeingingan untuk melanjutkan studi atau aktivitas usaha ke Eropa; dan turut berpartisipasi dalam upaya memperkuat komitmen kebangsaan keindonesiaan masyarakat Indonesia di Eropa.
Pada usia ke-90, Gontor melalui alumninya telah menyebar ke berbagai negara di dunia seperti Prancis, Swiss, Rusia, Azerbaijan, Italia dan Austria.
Di akhir, Ibnu Said dan para alumni yang hadir dalam pertemuan ini menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-90 kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan berharap Gontor dapat semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat luas. [Mohamad Deny Irawan/dj]





















