Guatemala City, Gontornews — Menteri Luar Negeri Guatemala mengatakan, keputusan negaranya untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem sudah final, dan mendesak masyarakat internasional untuk “menghormati” komitmen ini.
“Ini adalah keputusan yang telah dibuat … Ini tidak akan dibatalkan,” kata Sandra Jovel kepada wartawan pada hari Jumat, menurut sebuah laporan dari kantor berita AFP.
“Pemerintah Guatemala sangat menghormati posisi yang diambil negara lain, dan karena kami menghargai keputusan tersebut, kami yakin pihak lain harus menghormati keputusan yang dibuat oleh Guatemala.”
Awal pekan ini, Guatemala mengumumkan rencana untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, menyusul keputusan AS yang kontroversial yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Presiden Jimmy Morales mengonfirmasi langkah tersebut beberapa hari setelah Guatemala memberikan suara melawan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak mengikat yang menyatakan bahwa langkah Washington itu “batal demi hukum”.
Pengumuman Presiden AS Donald Trump di Yerusalem telah memicu kecaman internasional dan demonstrasi yang meluas di seluruh dunia. [Rusdiono Mukri]




















