Teheran, Gontornews — Sedikitnya sembilan orang tewas dalam semalam di tengah demonstrasi anti-pemerintah yang berlangsung mulai pekan lalu di berbagai kota di Iran.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Selasa (2/1) bahwa enam demonstran tewas dalam sebuah serangan di sebuah kantor polisi di Qahdarijan.
Menurut media pemerintah, perusuh tersebut berusaha masuk ke kantor polisi untuk mendapatkan senjata.
Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dan seorang pria berusia 20 tahun termasuk di antara mereka yang terbunuh di kota Khomeinishahr.
Menurut laporan tersebut, seorang tentara Garda Revolusi Iran (IRGC) ditembak oleh seorang penyerang yang menggunakan senapan berburu di Najafabad, sekitar 350 km selatan ibukota Iran, Teheran.
Setelah enam hari aksi demonstrasi, setidaknya 20 orang telah terbunuh, dan sekitar 450 orang telah ditangkap. Deputi Gubernur Teheran memberikan rincian sebagai berikut: 200 orang ditangkap pada hari Sabtu;
150 pada hari Ahad; dan 100 pada hari Senin.
Namun belum bisa diketahui siapa saja tokoh-tokoh yang ditangkap di kota-kota Iran itu.
Meskipun ada ancaman dari IRGC untuk menghentikan demonstrasi, namun para pendemo terus-menerus turun ke jalan-jalan di berbagai wilayah di Iran. Ini merupakan demonstrasi terbesar sejak tahun 2009. [Rusdiono Mukri]

















