Ponorogo, Gontornews — Dalam pandangan Islam, LGBT terlarang. Pelakunya termasuk fasik dan berdosa besar. Jika Muslim menganggap LGBT gak apa-apa, karena alasan HAM, ini menyesatkan. Ini sudah merusak akidah.
Membenarkan LGBT sama rusaknya dengan membolehkan atau mengajak Muslim memilih pemimpin kafir, kata Direktur Eksekutif Majelis Intelektual dan Ulama Muda Islam (MIUMI)
Adnin Armas.
Soal LGBT, anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi, juga sepakat untuk dilawan. “Gempur aja LGBT,” ungkapnya di sela Reuni Akbar 90 Tajun Gontor di Ponorogo.
Adnin menjelaskan, memilih pemimpin kafir berdosa karena Allah tegas melarang. Menghalalkan memilih pemimpin kafir atau berpandangan gak apa-apa pilih pemimpin, tanpa perlu SARA, apapun agamanya, asal baik, ini juga sudah masuk wilayah akidah yang sesat dan menyesatkan.
Direktur Eksekutif MIUMI ini memberi analogi. Minum minuman keras dosa besar, fasik. Yang menghalalkan minuman keras lebih besar lagi dosanya karena akidahnya salah.
Begitu juga, yang melakukan zina dosa besar, ini wilayah syariah. Yang menghalalkan zina, dosanya lebih besar lagi. Ini sudah wilayah akidah.
“Yang meninggalkan shalat wajib, dosa besar. Yang menghalalkan untuk meninggalkan shalat wajib, ini masalah akidah,” tegasnya.[Dedi Junaedi]






















