Hangzhou, Gontornews — Di sela-sela kunjungan dalam rangka KTT G-20 di Hangzhou, Cina, Presiden Jokowi bertemu dengan Wakil Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. Pada kesempatan itu Jokowi menanyakan soal kemungkinan penambahan kuota haji untuk Indonesia.
“Apakah ada kuota tambahan untuk haji yang berasal dari Indonesia karena untuk beberapa provinsi di Indonesia pada saat yang bersangkutan akan beribadah haji menunggu waktu lebih dari 20 tahun,” ujar Menlu RI Retno LP Marsudi yang mendampingi Jokowi dalam keterangan tertulis Biro Pers Setpres, Ahad (4/9).
Indonesia memahami, setiap negara memiliki batasan kuota haji. Tapi saat bersamaan, ada sejumlah negara yang tidak maksimal memanfaatkan kuota hajinya. Sehingga kuota itu bisa digunakan jika Saudi memberikannya.
“Apakah memungkinkan apabila kuota-kuota yang tidak dipakai oleh negara lain dapat digunakan oleh Indonesia?” imbuh Menlu menirukan pertanyaan Jokowi ke Pangeran Salman.
Pangeran Salman pun langsung memberikan tanggapan. Dia yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Saudi itu ingin ada pembahasan tersendiri terkait hal ini.
“Pangeran Salman akan memerintahkan Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia membahas kuota haji tersebut,” katanya. [Fathurroji/Rus]

















